Kamis, 29 Maret 2018

thumbnail

Sejarah Singkat Walisongo

Berikut ini adalah sejarah riwayat singkat 9 wali penyebar agama di indonesia yang dikenal dengan Walisongo
Maulana Malik Ibrahim (1)
Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw. Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya. Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik. Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya. Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.

Sunan Ampel (2)
Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Nama Ampel sendiri, diidentikkan dengan nama tempat dimana ia lama bermukim. Di daerah Ampel atau Ampel Denta, wilayah yang kini menjadi bagian dari Surabaya (kota Wonokromo sekarang) Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke daerah Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, bernama Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya. Sunan Ampel menikah dengan putri seorang adipati di Tuban. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai beberapa putera dan puteri. Diantaranya yang menjadi penerusnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Kesultanan Demak (25 kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M. Di Ampel Denta yang berawa-rawa, daerah yang dihadiahkan Raja Majapahit, ia membangun mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula ia merangkul masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan Abad 15, pesantren tersebut menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Di antara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura. Sunan Ampel menganut fikih mahzab Hanafi. Namun, pada para santrinya, ia hanya memberikan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman akidah dan ibadah. Dia-lah yang mengenalkan istilah “Mo Limo” (moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon). Yakni seruan untuk “tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina.” Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

Sunan Giri (3)
Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya–seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma). Ayahnya adalah Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke Samudra Pasai. Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah “giri”. Maka ia dijuluki Sunan Giri. Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata. Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu. Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Ia diakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa. Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18. Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau. Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.

Sunan Bonang (4)

Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali –yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya. Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus. Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi. Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya. Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

Sunan Kalijaga (5)

Dialah “wali” yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban -keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, Arya Wilatikta diperkirakan telah menganut Islam Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam (‘kungkum’) di sungai (kali) atau “jaga kali”. Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab “qadli dzaqa” yang menunjuk statusnya sebagai “penghulu suci” kesultanan. Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga. Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung “sufistik berbasis salaf” -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah. Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga. Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede – Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.

Sunan Gunung Jati (6)

Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra’ Mi’raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii). Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina. Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati. Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya “wali songo” yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan. Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah. Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Banten. Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.

Sunan Drajat (7)

Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun Jelog –pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan. Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya: langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria. Terutama seni suluk. Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah “berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang’. Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin.


Sunan Kudus (8)

Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali –yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya. Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus. Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi. Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya. Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

Sunan Muria (9)

Ia putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya. Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.

thumbnail

Makalah Penanggulangan Limbah Pertanian Pestisida

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Berkat kudrat dan iradat-Nya akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah “Penangulangan Limbah Pertanian Pestisida “.
Dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, dorongan, bimbingan dan arahan kepada penyusun.
Dalam makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.

Krian, 06 Februari 2018

Adelia
X Akuntansi 5



DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................................................... 1
Daftar Isi............................................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................ 3
A. Latar belakang....................................................................................................... 3
B. Rumusan masalah.................................................................................................. 3
C. Tujuan penulisan.................................................................................................... 3

BAB II PESTISIDA......................................................................................................... 4
A. Pengertian Pestisida............................................................................................ 4
B. Jenis-jenis Pestisida............................................................................................. 5
C. Dampak pemakaian pestisida.............................................................................. 8

BAB III PENCEMARAN PESTISIDA DAN PENANGGULANGANNYA................. 10
A. Pencemaran pemakaian pestisida........................................................................ 10
B. Cara menangulangi pencemaran pestisida........................................................... 10
C. Pestisida Altenatif................................................................................................. 11
D. Cara mencegah pencemaran pestisida................................................................... 13

BAB IV PENUTUP........................................................................................................ 14
A. Kesimpulan dan saran........................................................................................ 14

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 15




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pencemaran lingkungan yang terjadi saat ini kebanyakan disebabkan oleh penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Dari sektor pertanian sendiri penggunaan bahan kimia yang dapat merusak lingkungan adalah penggunaan pestisida. Hampir semua pertanian yang ada saat ini menggunakan bahan kimia, baik pestisida maupun pupuk kimia.
Pestisida sendiri merupakan bahan kimia yang dapat menurunkan OPT (Organisme pengganggu Tumbuhan), namun sayangnya terkadang petani menggunakan pestisida berlebihan yang nantinya akan berdampak pada pencemaran ligkungan. Untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan, sebaiknya memperhatikan informasi yang terperinci tentang tingkat keracunan, keberadaan dalam tanah, jalan pengangkutan yang lebih dominan dari berbagai herbisida, insektisida dan fungisida hendaknya diketahui. Kondisi cuaca juga penting diperhatikan pada saat pengaplikasian.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pestisida?
2. Apa saja jenis – jenis dan penggolongan pestisida?
3. Apa dampak positif dan negatif dari penggunaan pestisida?
4. Bagaimana cara menanggulagi dan mencegah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida?

C. Tujuan
1. Mengetahui definisi pestisida.
2. Mengeetahui jenis – jenis dan penggolongan pestisida.
3. Mengetahui dampak positif dan negatif dari penggunaan pestisida.
4. Mengetahui cara menanggulagi dan mencegah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida.


BAB II
PESTISIDA

A. Pengertian Pestisida
Pestisida berasal dari kata pest yang berarti hama dan sida yang berasal dari kata caedo berarti pembunuh. Pestisida dapat diartikan secara sederhana sebagai pembunuh hama. Secara umum pestisida dapat didefenisikan sebagai bahan yang digunakan untuk mengendalikan populasi jasad yang dianggap sebagai hama.
Pengertian pestisida menurut Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973 dalam Kementrian Pertanian (2011) dan Permenkes RI No.258/Menkes/Per/III/1992 adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk :
 Memberantas atau mencegah hama dan penyakit yang merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian
 Memberantas rerumputan
 Mengatur atau merangsang pertumbuhan yang tidak diinginkan
 Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan peliharaan atau ternak
 Memberantas atau mencegah hama-hama air
 Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam bangunan rumah tangga alat angkutan, dan alat-alat pertanian
 Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan tanaman, tanah dan air.

Sementara itu, The United States Environmental Control Act mendefinisikan pestisida sebagai berikut :
 Pestisida merupakan semua zat atau campuran zat yang khusus digunakan untuk mengendalikan, mencegah atau menangkis gangguan serangga, binatang pengerat, nematoda, gulma, virus, bakteri, serta jasad renik yang dianggap hama; kecuali virus, bakteri, atau jasad renik lain yang terdapat pada hewan dan manusia.
 Pestisida merupakan semua zat atau campuran zat yang digunakan untuk mengatur pertumbuhan atau mengeringkan tanaman.



B. Jenis – jenis Pestisida
Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut beberapa hal berikut :
1. Berdasarkan Fungsi/Sasaran Penggunaannya
 Insektisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Insektisida juga digunakan untuk memberantas serangga di rumah, perkantoran atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh : basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, diazinon, dll.
 Fungisida adalah pestisida untuk memberantas/mencegah pertumbuhan jamur/cendawan seperti bercak daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun. Contohn: tembaga oksiklorida, tembaga (I) oksida, carbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.
 Bakterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Salah satu contoh bakterisida adalah tetramycin yang digunakan untuk membunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk. Umumnya bakteri yang telah menyerang suatu tanaman sukar diberantas. Pemberian obat biasanya segera diberikan kepada tanaman lainnya yang masih sehat sesuai dengan dosis tertentu.
 Rodentisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat seperti tikus. Lazimnya diberikan sebagai umpan yang sebelumnya dicampur dengan beras atau jagung. Hanya penggunaannya harus hati-hati, karena dapat mematikan juga hewan ternak yang memakannya. Contoh : Warangan.
 Nematisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa nematoda (cacing). Hama jenis ini biasanya menyerang bagian akar dan umbi tanaman. Nematisida biasanya digunakan pada perkebunan kopi atau lada. Nematisida bersifat dapat meracuni tanaman, jadi penggunaannya 3 minggu sebelum musim tanam. Selain memberantas nematoda, obat ini juga dapat memberantas serangga dan jamur. Dipasaran dikenal dengan nama DD, Vapam, dan Dazomet.
 Herbisida adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma) seperti alang-alang, rerumputan, eceng gondok, dll. Contoh: ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.

2. Berdasarkan Bahan Aktifnya
 Pestisida organik (Organic pesticide)
Pestisida yang bahan aktifnya adalah bahan organik yang berasal dari bagian tanaman atau binatang, misal: neem oil yang berasal dari pohon mimba (neem).
 Pestisida elemen (Elemental pesticide)
Pestisida yang bahan aktifnya berasal dari alam seperti sulfur.
 Pestisida kimia/sintetis (Syntetic pesticide)
Pestisida yang berasal dari campuran bahan-bahan kimia.

3. Berdasarkan Cara Kerjanya
 Pestisida sistemik (Systemic Pesticide)
Adalah pestisida yang diserap dan dialirkan ke seluruh bagian tanaman sehingga akan menjadi racun bagi hama yang memakannya. Kelebihannya tidak hilang karena disiram. Kelemahannya, ada bagian tanaman yang dimakan hama agar pestisida ini bekerja. Pestisida ini untuk mencegah tanaman dari serangan hama. Contoh : Neem oil.
 Pestisida kontak langsung (Contact pesticide)
Adalah pestisida yang reaksinya akan bekerja bila bersentuhan langsung dengan hama, baik ketika makan ataupun sedang berjalan. Jika hama sudah menyerang lebih baik menggunakan jenis pestisida ini. Sebagian besar pestisida kimia termasuk ke dalam jenis ini.

4. Berdasarkan Cara Penggunaan
Dalam bidang pertanian , pestisida dapat digunakan dengan berbagai cara, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Penyemprotan(Spraying)
Penyemprotan adalah cara penggunaan pestisida yang paling banyak dipakai oleh petani. Diperkirakan 75 % penggunaan pestisida dilakukan dengan cara penyemprotan. Dalam penyemprotan larutan pestisida (pestisida diatambah air) dipecah oleh nozzel (spuyer) atau atomizer menjadi butiran semprot atau droplet. Bentuk sediaan (formulasi) yang digunakan dengan cara penyemprotan meliputi E.C; W.P; WS atau SP. Sedangkan penyemprotan dengan volume ultra rendah (Ultra low volume) digunakan formulasi ULV. Dengan menggunakan alat khusus yang disebut mikroner.
b. Pengasapanatau Fogging
Pengasapan adalah penyemprotan pestisida dengan volume rendah dengan ukuran droplet yang halus. Perbedaannya dengan penyemprotan biasa adalah yang dibuat pencampur pestisida adalah minyak solar dan bukan air. Campuran tersebut kemudian dipanaskan sehingga menjadi semacam kabut asap yang kemudian dihembuskan. Fogging banyak digunakan untuk mengendalikan hama gudang, hama tanaman perkebunan serta vektor penyakit dilingkungan misalnya untuk mengendalikan nyamuk malaria.
c. Penghembusan (Dusting)
Penghembusan merupakan cara penggunaan pestisida yang diformulasikan dalam bentuk tepung hembus (D, dust) dengan menggunakan alat penghembus (duster). Jadi penggunaannya dalam bentuk kering.
d. Penaburan (broadcasting) pestisida butiran (Granuler)
Penaburan pestisida butiran adalah cara penggunaan pestisida yang diformulasikan dalam bentuk butiran dengan cara ditaburkan. Penaburan dapat dilakukan dengan tanganlangsung atau dengan menggunakan alat penabur (granule broadcaster).
e. Perawatan benih (Seed dressing , Seed treatment, Seed coating)
Perawatan benih adalah cara penggunaan pestisida untuk melindung benih sebelum benih ditanam agar kecambah dan tanaman muda tidak diserang oleh hama atau penyakit. Pestisida yang digunakan adalah formulasi SD atau ST.
f. Pencelupan (Dipping)
Pencelupan adalah penggunaan pestisida untuk melindung tanaman (bibit, cangkok, stek)agar terhindar dari serangan hama maupun penyakit. Pencelupan dilakukan dengan mencelupkan bibit atau stek ke dalam larutan pestisida.
g. Fumigasi (Fumigation)
Fumigasi adalah aplikasi pestisida fumigan baik yang berbentuk padat, cair maupun gas dalam ruangan terttutup. Fumigasi umumnya digunakan untuk melindungi hasil panen dari kerusakan karena serangan hama atau penyakit ditempat penyimpanan. Fumigan dimasukkan ke dalam ruangan gudang yang selanjutnya akan berubah kedalam bentuk gas (fumigan cair maupun padat) yang beracun untuk membunuh OPT sasaran yang ada dalam ruangan tersebut.


h. Injeksi
Injeksi adalah penggunaan pestisida dengan cara memasukkan kedalam batang tanaman, baik dengan alat khusus (injeksi ataupun infus) maupun dengan jalan mengebor tanaman. Pestisida yng diinjeksikan akan tersebar keseluruh tanaman bersamaan dengan aliran makanan dalam jaringan tanaman. Injeksi dapat juga digunakan untuk sterilisasi tanah.
i. Penyiraman ( drenching, Pouring On ).
Penyiraman adalah penggunaan pestisida dengan cara dituangkan disekitar akar tanaman untuk mengendalikan hama atau penyakit di daerah perakaran atau dituangkan pada sarang semut atau sarang rayap

C. Dampak Pemakaian Pestisida
1. Dampak Positif
 Pestisida berperan dalam mengendalikan jasad-jasad pengganggu dalam bidang pertanian.
 Dalam bidang kehutanan pestisida digunakan untuk pengawetan kayu dan hasil hutan yang lainnya.
 Dalam bidang kesehatan dan rumah tangga untuk mengendalikan vektor (penular) penyakit manusia dan binatang pengganggu kenyamanan lingkungan.
 Dalam bidang perumahan untuk pengendalian rayap atau gangguan serangga yang lain.

2. Dampak Negatif
Disisi lain penggunaan pestisida telah menimbulkan dampak negatif, baik itu bagi kesehatan manusia maupun bagi kelestarian lingkungan. Adapun dampak negatif yang dapat terjadi akibat penggunaan pestisida, diantaranya :
a. Bagi kesehatan manusia
 Tanaman yang diberi pestisida dapat menyerap pestisida yang kemudian terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah. Pestisida yang sukar terurai akan berkumpul pada hewan pemakan tumbuhan tersebut termasuk manusia. Secara tidak langsung dan tidak sengaja, tubuh mahluk hidup itu telah tercemar pestisida. Pestisida meracuni manusia tidak hanya pada saat pestisida itu digunakan, tetapi juga saat mempersiapkan, atau sesudah menggunakan pestisida tersebut.
 Bila seorang ibu menyusui memakan makanan dari tumbuhan yang telah tercemar pestisida maka bayi yang disusui menanggung resiko yang lebih besar untuk teracuni oleh pestisida tersebut daripada sang ibu. Zat beracun ini akan pindah ke tubuh bayi lewat air susu yang diberikan. Dan kemudian racun ini akan terkumpul dalam tubuh bayi (bioakumulasi).

b. Bagi lingkungan sekitar
Pestisida yang tidak dapat terurai akan terbawa aliran air dan masuk ke dalam sistem biota air (kehidupan air). Konsentrasi pestisida yang tinggi dalam air dapat membunuh organisme air diantaranya ikan dan udang. Sementara dalam kadar rendah dapat meracuni organisme kecil seperti plankton. Bila plankton ini termakan oleh ikan maka ia akan terakumulasi dalam tubuh ikan. Tentu saja akan sangat berbahaya bila ikan tersebut termakan oleh burung-burung atau manusia. Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah turunnya populasi burung pelikan coklat dan burung kasa dari daerah Artika sampai daerah Antartika. Setelah diteliti ternyata burung-burung tersebut banyak yang tercemar oleh pestisida organiklor yang menjadi penyebab rusaknya dinding telur burung itu sehingga gagal ketika dierami. Bila dibiarkan terus tentu saja perkembangbiakan burung itu akan terhenti, dan akhirnya jenis burung itu akan punah.

c. Bagi perkembangan populasi hama pengganggu
Ada kemungkinan munculnya hama spesies baru yang tahan terhadap takaran pestisida yang diterapkan. Hama ini baru musnah bila takaran pestisida diperbesar jumlahnya. Akibatnya, jelas akan mempercepat dan memperbesar tingkat pencemaran pestisida pada makhluk hidup dan lingkungan kehidupan, tidak terkecuali manusia yang menjadi pelaku utamanya.


BAB III
PENCEMARAN PESTISIDA DAN PENANGGULANGANNYA

A. Pencemaran Akibat Penggunaan Pestisida
1. Kasus Pencemaran Air
Akibat kebocoran pabrik pestisida.
Di Amerika, di tepi sungai Mississipi (dekade 60-an). Akibat bocornya pabrik tersebut, ribuan ton pestisida (endrin) terbuang percuma ke sungai Mississipi dan ribuan ton ikan, yang diperkirakan 150 juta ekor ikan mati sia-sia. Nasib sengsara bagi masyarakat sekitarnya. Kebutuhan ikan masyarakat Mississipi sekarang tidak dapat lagi terpenuhi. Timbul bau busuk yang dihasilkan.
Kasus yang sama juga terjadi di Indonesia, yaitu di Teluk Nibung, Sumatera utara, sungai Musi, dll

2. Pencemaran Udara
Kasus di sebelah timur Illionis, Amerika Serikat. Pada tahun 1954 telah dilakukan penyemprotan suatu senyawa organochlorin dengan maksud memusnahkan Japanese beetle (kumbang Jepang). Tapi ternyata banyak spesies burung ikut musnah di daerah penyemprotan. Nasib yang sama dialami pula oleh kucing, tupai, insecta predator, dll.

3. Pencemaran Tanah
Di dalam segumpal tanah pertanian yang beratnya 0,5 g, terdapat kira-kira 1 trilyun bakteri, 200 juta jamur, 25 juta alga, 15 juta protozoa dan juga cacing, insekta dan makhluk kecil lainnya. Pemakaian zat kimia beracun yang tidak terkendali ini menyebabkan biota-biota yang terdapat didalam tanah mati sehingga tanah menjadi tidak subur lagi sampai akhirnya gersang.

B. Cara Menanggulangi Pencemaran Pestisida
Ada beberapa langkah untuk mengurangi residu yang menempel pada sayuran, antara lain
1. Mencucinya secara bersih dengan menggunakan air yang mengalir, bukan dengan air diam. Jika yang kita gunakan air diam (direndam) justru sangat memungkinkan racun yang telah larut menempel kembali ke sayuran. Berbagai percobaan menunjukkan bahwa pencucian bisa menurunkan residu sebanyak 70% untuk jenis pestisida karbaril dan hampir 50% untuk DDT. Mencuci sayur sebaiknya jangan lupa membersihkan bagian-bagian yang terlindung mengingat bagian ini pun tak luput dari semprotan petani. Untuk kubis misalnya, lazim kita lihat petani mengarahkan belalai alat semprot ke arah krop (bagian bulat dari kubis yang dimakan) sehingga memungkinkan pestisida masuk ke bagian dalam krop.
2. Perendaman dalam air panas (blanching) juga dapat menurunkan residu. Ada baiknya kita mengurangi konsumsi sayur yang masih mentah karena diperkirakan mengandung residu lebih tinggi dibanding kalau sudah dimasak terlebih dulu. Pemasakan atau pengolahan baik dalam skala rumah tangga atau industri terbukti dapat menekan tekanan kandungan residu pestisida pada sayuran.
3. Untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida dapat pula dilakukan dengan cara menggunakan pestisida alami atau pestisida yang berasal dari tumbuhan (biopestisida). Biopestisida tidak mencemari lingkungan karena bersifat mudah terurai (biodegradable) sehingga relatif aman bagi ternak peliharaan dan manusia. Sebagai contoh adalah air rebusan dari batang dan daun tomat dapat digunakan untuk memberantas ulat dan lalat hijau. Kita juga dapat menggunakan air rebusan daun kemanggi untuk memberantas serangga. Selain tumbuhan tersebut, masih banyak tumbuhan lain yang mengandung bioaktif pestisida seperti tanaman mindi, bunga mentega, rumput mala, tuba, kunir, kucai, dll.
4. Pestisida adalah bahan yang berbahaya tetapi akan aman bila digunakan sesuai dengan aturannya.

C. Pestisida alternatif
Berikut ini beberapa pestisida alternatif yang dapat digunakan, ketimbang kita menghadirkan racun ke dalam rumah, yang dapat saja merugikan keluarga dan lingkuan sekitar kita, diantaranya :
1. Kutu Putih pada daun atau batang. Dapat digunakan bawang putih yang ditumbuk dan diperas airnya serta dicampurkan dengan air sesuai dosis yang diperlukan. Jika kutu melekat erat pada tanaman, dapat digunakan campuran sedikit minyak kelapa. Semprotkan campuran tersebut pada tanaman yang terserang hama.
2. Mengatasi nyamuk. Dapat menggunakan kain kelambu. Sebuah sapu lidi kecil sebagai pemukul juga sama ampuhnya dengan raket beraliran listrik. jangan lupa pasang kasa pada pintu dan jendela. Kemudian menyebarkan bunga melati atau kamboja di ruangan dapat juga mengurangi nyamuk.
3. Untuk Tikus. Buah jengkol dapat ditebarkan di sekitar tanaman atau di depan lubang sarang tikus. Atau dengan merendam irisan jengkol pada air selama 2 hari. Lalu semprotkan pada tanaman padi yang belum berisi akan menekan serangan walang sangit. Selain dengan menggunakan buah jengkol, anda juga dapat menggunakan campuran gips kapur, tepung, sedikit gula dan bubuk coklat, lalu taburkan campuran tersebut ditempat tikus biasa ditemukan.
4. Berbagai serangga. Air rebusan cabai rawit yang telah dingin dan dicampur dengan air lagi serta disemprotkan ke tanaman akan mengusir berbagai jenis serangga perusak tanaman. Selain itu dapat juga menggunakan air rebusan daun kemangi atau daun pepaya yang kering ataupun yang masih segar.
5. Aphids. Air rebusan dari campuran tembakau dan teh dapat mengendalikan aphid pada tanaman sayuran dan kacang-kacangan. Air hasil rebusan di campurkan kembali dengan air sehingga lebih encer.
6. Beberapa serangga dan nematoda akar. Dengan menggunakan bunga kenikir (Bunga Tai Kotok) yang direndamkan oleh air panas mendidih. Biarkan semalam lalu saring. Hasil saringan tersebut disiramkan ke media tanaman. Penting diperhatikan media yang digunakan mudah dilalui oleh air.
7. Mengendalikan serangga, nematoda dan jamur. Dengan membuat air hasil rendaman tumbukan biji nimba dengan air selama tiga hari. Lalu siram pada tanaman, umumnya efektif pada tanaman sayuran.
8. Mengatasi ngengat. Gunakan merica utuh atau buatlah bungkusan berisi bunga mawar kering dan daun mint kering, letakkan di lemari atau laci.
9. Mengusir lalat. Gantungkan setandan cengkih dalam ruangan. Cara lain ialah dengan membuat lem perekat dari kertas perekat yang berwarna kuning terang yang diolesi sedikit madu. Atau dengan menggunakan kulit jeruk yang digores, letakkan di tempat yang banyak lalat.
10. Mengatasi kecoa. Campurlah tepung gandum dengan gips kapur dengan perbandingan sama, atau campuran baking soda dan gula, lalu taburkan di daerah yang ditempati kecoa. Dapat juga dengan menaruh beberapa lembar daun salam (segar) di area yang dijelajahi kecoa.
11. Mengatasi semut. Taburkan bubuk cabe rawit atau bubuk kopi di tempat semut biasa datang, dapat juga menggunakan perasan jeruk atau letakkan kulit jeruk pada tempat semut datang.

D. Cara Mencegah Pencemaran Pestisida
Sayur-sayuran memang diperlukan tubuh untuk mencukupi kebutuhan kita akan berbagai mineral dan vitamin penting. Tetapi, karena di sana ada bahaya, kehati-hatian sangatlah dituntut dalam hal ini. Berikut adalah upaya untuk mencegah dampak negatif dari pemakaian pestisida :
 Ada baiknya kita mengetahui dari mana sayur itu dihasilkan. Tetapi paling aman pastilah kalau kita menghasilkan sayuran sendiri, dengan memanfaatkan pekarangan rumah, dengan pot sekalipun.
 Karena pestisida tidak hanya beracun bagi hama, tetapi dapat juga mematikan organisme yang berguna, ternak piaraan, dan bahkan manusia, maka agar terhindar dari dampak negatif yang timbul, penyimpanan dan penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati dan dilakukan sesuai petunjuk.
 Ketahui dan pahami dengan yakin tentang kegunaan suatu pestisida. Jangan sampai salah berantas. Misalnya, herbisida jangan digunakan untuk membasmi serangga. Hasilnya, serangga yang dimaksud belum tentu mati, sedangkan tanah dan tanaman telah terlanjur tercemar.
 Ikuti petunjuk-petunjuk mengenai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan pabrik atau petugas penyuluh.
 Jangan terlalu tergesa-gesa menggunakan pestisida. Tanyakan terlebih dahulu pada penyuluh. Jangan telat memberantas hama, bila penyuluh telah menganjurkan menggunakannya.
 Jangan salah pakai pestisida. Lihat faktor lainnya seperti jenis hama dan kadang-kadang usia tanaman juga diperhatikan.
 Gunakan tempat khusus untuk pelarutan pestisida dan jangan sampai tercecer.



BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan dan Saran
Pestisida adalah bahan-bahan kimia yang tidak terlepas dari penggunaannya untuk mengendalikan hama dan jasad pengganggu lainnya. Pestisida tidak saja membawa dampak yang positif terhadap peningkatan produk pertanian, tapi juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan disekitarnya. Pengarahan dan penggunaan yang lebih tepat kepada para penggunaan dalam hal pemberian dosis, waktu aplikasi, cara kerja yang aman, akan mengurangi ketidakefisienan penggunaan pestisida pada lingkungan dan mengurangi sekecil mungkin pencemaran yang terjadi.
Di masa yang akan datang diharapkan penggunaan pestisida akan berkurang dan lebih selektif dan didukung oleh adanya penemuan-penemuan baru yang lebih efektif dalam mengatasi gangguan dari jasad pengganggu ini.


DAFTAR PUSTAKA


https://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida
http://www.pusatbiologi.com/2013/12/akibat-dan-dampak-penggunaan-pestisida.html
http://www.ujikadarair.com/upaya-penanggulangan-pencemaran-pestisida.html
thumbnail

Makalah Diskusi Tentang Pergaulan Bebas

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT yang telat memberikan kesempatan pada kami dan kesehatan pada kami untuk membuat makalah diskusi ini dengan sebaik-baiknya.

Makalah ini menjelaskan tentang pengaruh,dampak,serta segala masalah atau persoalan menyangkut “ Pergaulan Bebas “. Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu kritik dan saran diperlukan dari semua pihak yang bersifat mendukung.

DAFTAR ISI

Judul makalah………………………………………………………………………....
Kata Pengantar ……………………………………………………………………….
Daftar Isi …………………………………………………………………..................
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang.................................................................................................
B. Rumusan Masalah............................................................................................
C. Tujuan .............................................................................................................
Bab II Pembahasan
A. Pergaulan Bebas...............................................…………………………….....
B. Faktor penyebab pergaulan bebas……………………………………............
C. Solusi mencegah pergaulan bebas…………………………………...............
Bab III Kesimpulan…………………………………………………………………


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah.
Semakin maju teknologi masyarakat dengan mudah mengakses informasi dari berbagai negara, budaya negara-negara barat salah satu informasi yang senantiasa digemari anak remaja. Gaya hidup ala kebarat-baratan yang bertolak belakan dengan budaya ketimuran yang dianut negara Indonesia. Lambat laun pengaruh budaya barat merubah perilaku generasi muda Indonesia. Pergaulan bebas adalah salah satu budaya barat yang saat ini lagi marak dikalangan remaja Indonesia..

B. Rumusan masalah.
Rumusan masalah pada laporan karya ilmah ini mencangkup :
1. Seperti Apa pergaulan bebas?
2. Apa saja faktor penyebab pergaulan bebas?
3. Apa solusi mengatasi pergaulan bebas?

C. Tujuan penulisan.
Adapun tujuan dalam penulisan laporan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan .
2. Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia..
3. Untuk mengetahui dampak negatif dari pergaulan bebas


BAB II
TEKS DISKUSI

A. Pergaulan Bebas.
Pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, Pergaulan juga adalah HAM setiap individu dan itu harus dibebaskan, sehingga setiap manusia tidak boleh dibatasi dalam pergaulan, apalagi dengan melakukan diskriminasi, sebab hal itu melanggar HAM.
Jadi pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermasyarakat. Jadi, secara medis jika pergaulan bebas teratur atau terbatasi aturan-aturan dan norma-norma hidup manusia tentunya tidak akan menimbulkan ekses-ekses seperti saat ini. Pergaulan bebas juga dapat didefinisikan sebagai melencengnya pergaulan seseorang dari pergaulan yang benar , pergaulan bebas diidentikan sebagai bentuk dari pergaulan luar batas atau bisa juga disebut pergaulan liar.

B. FAKTOR PENYEBAB PERGAULAN BEBAS
Ada beberapa faktor – dan masih ada juga faktor yg lain – yang banyak mempengaruhi terjadinya pergaulan buruk dari kalangan anak-anak muda, yakni:
1. Faktor Orang Tua
a. Para orang tua perlu menyadari bahwa jaman telah berubah.System komunikasi, pengaruh media masa, kebebasan pergaulan dan modernisasi di berbagai bidang dengan cepat memepengaruhi anak-anak kita.Budaya hidup kaum muda masa kini, berbeda dengan jamanpara orang tua masih remaja dulu.

Pengaruh pergaulan yang datang dari orang tuadalam era ini.dapat kita sebutkan antara lain:
Pengaruh – pengaruh terjadinya seks bebas
1. Pengaruh dari dalam
Yang dimaksud pengaruh dari dalam adalah pengaruh yang timbul dari dalam jiwa remaja tersebut dalam mencari jati dirinya. Sifat remaja antara lain adalah selalu ingin mencoba hal – hal baru yang belum mereka rasakan, selain itu mereka selalu bereksperimen dengan hal – hal beru yang mereka temukan tersebut. Ditambah lagi jiwa muda mereka yang selalu meledak – ledak membuat mereka selalu memutuskan sesuatu hal tanpa memikirkan dengan matang mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka, begitu juga halnya dengan seks. Mereka selalu ingin mencoba dan tertantang untuk melakukan apa yang dimaksud dengan seks tersebut tanpa memikirkan dampaknya bagi mereka.

2. Pengaruh dari luar
a. Pengaruh budaya asing
Kita sebagai orang timur dahulunya sangat menjaga tata krama dalam bergaul namun dengan masuknya budaya yang tanpa batas tata krama dan kesopanan membuat masyarakat dan remaja kita terpengaruh sehingga tanpa kita sadari tidak ada lagi batas antara kesopanan dan kebebasan. Hal tersebutlah yang mendorong kita untuk berbuat dan bertingkah laku layaknya kebudayaan – kebudayaan asing khususnya kebudayaan barat. Alangkah menyedihkan saat kita tahu bahwa banyak remaja – remaja kita yang terpengaruh oleh dari budaya orang tersebut.

3. Pengaruh lingkungan
a. Keluarga
Sebagai ruang lingkup terkecil, keluarga mempunyai peranan yang sangat mendasar dalam kehidupan kita termasuk remaja, seorang remaja yang kurang perhatian dari keluarga akan berbuat seenaknya tanpa takut dilarang, dimarah maupun dinasehati sehingga budaya – budaya atau apa saja yang mereka dapatkan di luar akan langsung mereka telan tanpa harus menyaring dan memilah – milah mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka dan sebaliknya remaja yang mendapatkan perhatian dari keluarga akan melangkah hati – hati dalam segala hal karena segala gerak – geriknya dinilai oleh orang tua, diawasi dan diperhatikan oleh orang tua remaja yang terlalu dikekang kebebasannya oleh orang tua jiwa mereka akan memberontak. Jika hal tersebut terjadi maka mereka (remaja) akan melakukan hal yang lebih dari yang (orang tua) takutkan. Untuk itu perlunya ditekankan kedisiplinan dan peraturan pada remaja

b. Teman
Terkadang remaja lebih mempercayai teman dibanding keluarganya sendiri. Teman dianggap tempat yang paling mengerti dengan hati mereka (remaja), karena sesama teman mereka beranggapan akan lebih mudah berbicara, bergaul dan berinteraksi karena mereka merasa sejiwa, seusia dan berperasaan serta berpenilaian sama. Namun tidak semua teman yang bisa membawa kita ke jalan yang baik. Tidak sedikit teman yang malah menjerumuskan kita ke jalan yang buruk. Seorang remaja yang memiliki temamn seorang penjahat akan mudah untuk menjadi penjahat juga. Seorang remaja yang memiliki teman yang pergaulannya bebas akan mudah terpengaruh bergaul bebas juga namun seorang remaja yang memiliki teman berakhlak serta berbudi luhur untuk berperilaku sama dengan temannya. Karena itu perlunya kita pandai – pandai dalam memilih teman.
c. Sekolah
Di sekolah para guru merupakan contoh atau tauladan bagi muridnya untuk itu perlunya sosok seorang guru yang bisa dijadikan contoh bagi mereka, seorang guru yang berpenampilan penuh kebebasan, berperilaku buruk, bertutur kata yang seenaknya dalam mengajar atau mempunyai pergaulan bebas di luar sekolah akan mudah di contoh oleh murid – muridnya dan begitu juga sebaliknya. Berbicara soal disiplin di sekolah perlu sekali ditekankan kedisiplinan di sekolah tersebut. Contohnya dengan larangan berbaju dan bercelana ketat di sekolah, larangan penggunaan rok di atas lutut maupun larangan penggunaan make – up ke sekolah atau di sekolah. Larangan – larangn tersebut akan memperkecil dampak dari pengaruh pergaulan dan seks bebas. Remaja wanita merupakan subjek utama dalam pelanggaran – pelanggran seks, dari riset yang dilakukan para ahli di dunia 62% terjadinya seks bebas karena mudahnya wanita dirayu oleh pria (suka sama suka), 17% karena dipaksa oleh pasangan prianya, 10% karena tuntutan biaya hidupnya, 8% karena kriminalitas dan 3% karena disebabkan oleh narkotika. Untuk itu seorang remaja wanita perlunya memiliki keimanan yang kuat dan hendaknya memiliki keahlian bela diri untuk menanggulangi terjadinya pemaksaan dan memperkecil angka kejahatan seksual terhadap wanita. Perlu diketahui wanita adalah tiang negara apabila runtuh akhlak wanita di negara tersebut runtuh pulalah negara tersebut. Dan 75% penghuni neraka adalah wanita.
4. Pengaruh perkembangan teknologi
a. Media Massa
Pada masa kini banyak sekali beredar majalah – majalah, tabloid maupun surat kabar yang dengan bebas menampilkan gambar – gambar seronok, porno atau semi porno. Dengan bebasnya majalah – majalah dan tabloid – tabloid tersebut memasang gambar atau cover yang semi porno atau setengah bugil. Gambar – gambar atau artikel tersebut akan merangsang para remaja untuk dapat mencoba bagaimana jika itu nyata dan dapat mereka rasakan
Majalah – majalah dan tabloid – tabloid yang berunsur ponografi tersebut tidak sulit untuk didapatkan oleh remaja – remaja karena dijual dengan bebas di pasaran. Entah apakah tidak ada larangan dari pemerintah tentang hal itu atau memang pemerintah menutup matanya. Hanya mereka yang tahu.
b. Media Elektronik
Dengan berkembangnya teknologi elektronik yang pesat, berkembang pulalah pengetahuan remaja dalam segala hal termasuk pornografi yang mempengaruhi pergaulan dan kehidupan seks para remaja. VCD porno dengan mudah didapatkan di pasaran. Film – film yang mempertontonkan hubungan seks tersebut mempengaruhi otak remaja untuk mencoba hal – hal yang mereka lihat. Ditambah lagi film – film yang disiarkan televisi – televisi yang mengandung unsur pornografi walapun kecil dan sangat mudah mempengaruhi para remaja. Ditambah perkembangan teknologi internet di komputer. Banyak sekali website – website porno yang dengan mudah bisa kita buka di internet. Hal – hal tersebut sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan remaja khususnya dalam terjadinya pergaulan dan seks bebas di kalangan remaja.

5. Narkoba dalam pergaulan pergaulan remaja
Bahaya narkoba kini sedang mencengkeram kehidupan remaja. Seperti halnya seks bebas, remaja yang mempunyai sifat ingin tahu dan jiwa yang labil membuat mereka terjerembab dalam lembah narkoba. Mereka selalu ingin merasakan hal baru termasuk narkoba. Remaja yang tertekan pun akan sangat mudah terjerumus dalam bahaya narkoba. Karena itu sekali lagi perhatian dan kasih sayang sangat berperan dalam hal ini.


C. SOLUSI (PENCEGAHAN) PERGAULAN BEBAS
Pergaulan bebas memang sangat meresahkan, tidak hanya orang tua saja, tetapi masyarakat pun juga dibuatnya resah. Hal ini dapat dikurangi bahkan dapat dicegah dengan cara – cara berikut :
1. Pentingnya kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tua dalam hal dan keadaan apapun.
2. Pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Pengekangan terhadap seorang anak akan berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya. Di hadapan orang tuannya dia akan bersikap baik dan patuh, tetapi setelah dia keluar dari lingkungan keluarga, dia akan menggunakannya sebagai pelampiasan dari pengekangan itu, sehingga dia dapat melakukan sesuatu yang tidak diajarkan orang tuannya.
3. Seorang anak hendaknya bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Hal tersebut dikarenakan apabila seorang anak bergaul dengan teman yang tidak sebaya yang hidupnya berbeda, sehingga dia pun bisa terpengaruh gaya hidupnya yang mungkin belum saatnya untuk dia jalani.
4. Pengawasan yang lebih terhadap media komunikasi, seperti internet, handphone, dan lain-lain.
5. Perlunya bimbingan kepribadian bagi seorang anak agar dia mampu memilih dan membedakan manayang baik untuk dia maupun yang tidak baik.
6. Perlunya pembelajaran agama yang diberikan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai agamanya.


BAB III
Kesimpulan

Pergaulan remaja yang bebas sebenarnya dikarenakan oleh segala macam perkembangan yang di salah artikan oleh remaja itu sendiri maupun lingkungannya.
Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya.
Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak. Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.

thumbnail

Makalah Kerajaan Kutai Kertanegara

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................
KATA PENGANTAR......................................................................................
DAFTAR ISI.....................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN...........................................................................
A. Latar Belakang......................................................................................
B. Rumusan Masalah.................................................................................
C. Tujuan..........................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah kerajaan kutai...............................................................................
B. Raja-raja yang pernah berkuasa di kerajaan............................................
C. Kehidupan ocial budaya kerajaan kutai..................................................
D. Peninggalan sejarah kerajaan kutai..........................................................
E. Keruntuhan kerajaan kutai.......................................................................

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................
B. Saran .......................................................................................................

DAFTAR PUTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

Dengan pembuatan makalah tentang kerajaan kutai kartanegara, kami bertujuan unuk menambah,menyusun,dan meringkas sejarah sejarah dan kisah kisah kerajaan kutai dalam susunan yang terinci.
Dalam bentuk :
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan
Kami menyusun dan meringkas sejarah secara jelas dan benar adanya dari sumber terpercaya.

A. LATAR BELAKANG
Kerajaan Kutai Martapura merupakan kerajaan Hindu pertama di Indonesia, dan dikatakan bahwaagama Hindu telah menyebar dari abad ke-II dan III tahun masehi dibawa dengan jalan damai melaluipenganutnya yang rata-rata sebagai saudagar, pedagang dan lain-lain. Mereka menetap di daerah-daerah wilayah Indonesia dan terjadilah pembauran kebudayaan dan kepercayaan, Corak Hindu diIndonesia dimulainya dengan munculnya kerajaan Kutai Martapura, Menurut seorang pujangga dari Indiabernama Walmaliki dalam sebuah kidungnya bernama Ramayana, ia menggambarkan negeri yang kayayang menghasilkan logam dan tumbuh-tumbuhan serta menjadikan daerah itu menjadi perhatian bangsaHindu (India), Yunani dan Tiongkok, dan mulai terjadilah suatu gejala politik berupa pendirian kampung-kampung yang kemudian menjadi hiasan tujuh Negara di Nusa Emas dan Perak, yang dapat diartikanKerajaan Kutai.
Pada masa petalihan masyarakat kepulauan Indonesia, Kerajaan Kutai mendapat corak yang luar biasa karena telah berlangsungnya pertemuan antara dua peradaban yang maju, yakni corak budaya Hindu dan Budha dengan corak budaya asli yang dimiliki bangsa Indonesia yang berpusat pada tenagatuah dan kesaktian.Mengenai penebaran budaya asli Indonesia menurut seorang bernama Van Helne Geldern sejak4050 tahun yang lalu, yang meninggalkan sipat-sipat pelaut dan cara bertani serta berbahasa dankebudayaan lainnya itu berasal dari hulu sungai Hoang-Ho dan Jang Tse serta sungai Kiang danMekhong (Cina), sedangkan pengaruh dari Sungai Berahmana Putra dan sungai Irwadi (India) semulaberasal dari Semenanjung (Malaysia) yang menuju ke Kalimantan, Filipina, kepulauan Formosa, Jepang,pulau Sumatra dan Jawa, serta Irian. Pada zaman itu orang Yunani menyebut Kepulauan Nusantaradengan nama La Badlon, sedangkan orang Arab menyebutnya Sajabidja

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana awal mula adanya kerajaan kutai ?
2. Siapa saja raja yang pernah berkuasa di kutai ?
3. Bagaimana kehidupan sosial masyarakat kerajaan ?
4. Apa saja peninggalan kerajaan kutai ?

C. TUJUAN
1. Dapat mengetahui sejarah kerajaan kutai
2. Mengetahui raja raja yang pernah berkuasa di kutai
3. Mengetahui peninggalan kerajaan kutai



BAB II
PEMBAHASAN

A. SEJARAH KERAJAAN KUTAI
Kutai adalah Hindu-Buddha pertama ada di Indonesia. Letak Kutai kira-kira ada di daerah Muarakaman, di tepi sungai Mahakam di provinsi Kalimantan Timur. Dulu, daerah sungai Mahakam bisa dilayari sampai daerah Muarakaman sehingga cocok banget buat perdagangan. Karena zaman dulu itu nggak ada internet, buat tahu perkembangan Kutai, kita butuh sumber sejarah. Sumber sejarah utama Kutai adalah yupa.
Yupa itu bentuknya kayak tugu peringatan, tapi ada tulisannya. Prasasti yupa ini ada di era raja Mulawarman, sekitar abad ke 5 Masehi. Tulisan yupa ini ditulis dalam huruf pallawa dan bahasa sansekerta. Salah satu yupa itu memberi tahu kita silsilah keluarga Raja Mulawarman. Mulai dari kakeknya, Kudungga, hingga ayahnya, Aswawarman, dianggap seperti dewa Ansuman atau Dewa Matahari.
Raja Mulawarman adalah pemeluk Hindu penyembah dewa Siwa sangat dermawan. Menurut sejarah, Raja Mulawarman bahkan mengorbankan 20 ribu ekor lembu dan kurban emas untuk kaum Brahmana. Sebagai rasa terima kasih, kaum Brahmana membuatkan yupa khusus untuk Raja Mulawarman.
Pada masa pemerintahan Raja Mulawarman, Kutai mengalami masa sangat baik. Pertaniannya subur, dan dilewati jalur perdagangan.
Sementara itu pada abad XIII di muara Sungai Mahakam berdiri Kerajaan bercorak Hindu Jawa yaitu Kerajaan Kutai Kertanegara yang didirikan oleh salah seorang pembesar dari Kerajaan Singasari yang bernama Raden Kusuma yang kemudian bergelar Aji Batara Agung Dewa Sakti dan beristerikan Putri Karang Melenu sehingga kemudian menurunkan putera bernama Aji Batara Agung Paduka Nira.
Proses asimilasi (penyatuan) dua kerajaan tersebut telah dimulai pada abad XIII dengan pelaksanaan kawin politik antara Aji Batara Agung Paduka Nira yang mempersunting Putri Indra Perwati Dewi yaitu seorang puteri dari Guna Perana Tungga salah satu Dinasti Raja Mulawarman (Martadipura), tetapi tidak berhasil menyatukan kedua kerajaan tersebut. Baru pada abad XVI melalui perang besar antara kerajaan Kutai Kertanegara pada masa pemerintahan Aji Pangeran Sinum Panji Ing dengan Kerajaan Kutai Mulawarman (Martadipura) pada masa pemerintahan Raja Darma Setia.
Dalam pertempuran tersebut Raja Darma Setia mengalami kekalahan dan gugur di tangan Raja Kutai Kertanegara Aji Pangeran Sinum Panji, yang kemudian berhasil menyatukan kedua kerajaan Kutai Tersebut sehingga wilayahnya menjadi sangat luas dan nama
kerajaannyapun berubah menjadi Kerajaan Kutai Kertanegara Ing Martadipura yang kemudian menurunkan Dinasti Raja-raja Kutai Kertanegara sampai sekarang.

B. RAJA-RAJA YANG PERNAH BERKUASA DI KERAJAAN KUTAI.
1. Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)
2. Maharaja Asmawarman (anak Kundungga)
3. Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)
4. Maharaja Marawijaya Warman
5. Maharaja Gajayana Warman
6. Maharaja Tungga Warman
7. Maharaja Jayanaga Warman
8. Maharaja Nalasinga Warman
9. Maharaja Nala Parana Tungga Warman
10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
11. Maharaja Indra Warman Dewa
12. Maharaja Sangga Warman Dewa
13. Maharaja Candrawarman
14. Maharaja Sri Langka Dewa Warman
15. Maharaja Guna Parana Dewa Warman
16. Maharaja Wijaya Warman
17. Maharaja Sri Aji Dewa Warman
18. Maharaja Mulia Putera Warman
19. Maharaja Nala Pandita Warman
20. Maharaja Indra Paruta Dewa Warman
21. Maharaja Dharma Setia Warman


C. KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI.
1. Kehidupan Sosial
Pada kerajaan Kutai memiliki golongan masyarakat yang telah menguasai bahasa sansekerta dan bisa menulis huruf Pallawa yaitu golongan para Brahmana. Golongan yang lain ialah suatu golongan ksatria yang terdiri atas kerabat dari Raja Mulawarman. Pada masyarakat kutai akan sendiri merupakan suatu golongan penduduk yang masih erat memegang teguh suatu kepercayaan asli dari leluhur mereka. Mulawarman kemudian menjadi penganut agama hindu syiwa dan golongan para brahmana.
2. Kehidupan politik
Kudungga tak dianggap menjadi sebagai pendiri dari dinasti karena menggunakan konsep keluarga raja di zaman tersebut masih terbatas di para keluarga raja yang sudah menyerap kebudayaan india pada setiap kehidupan dalam sehari-hari. Raja mulawaranman juga menciptakan adanya stabilitas politik dimana pada masa
pemerintahannya tersebut. Itu terlihat dari adanya Yupa yang menyebutkan bahwa Mulawarman menjadi raja berkuasa, kuat dan bijaksana.
3. Kehidupan ekonomi
Kehidupan ekonomi di Kerajaan Kutai dapat diketahui dari dua hal berikut ini :
 Letak geografis Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.
 Keterangan tertulis pada prasasti yang mengatakan bahwa Raja Mulawarman pernah memberikan hartanya berupa minyak dan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.

D. PENINGGALAN SEJARAH KERAJAAN KUTAI
1. Singgasana Sultan adalah salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Kutai yang masih terjaga sampai saat ini. Benda ini diletakan di Museum Mulawarman.
Pada zaman dahulu Singgasana ini digunakan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaimanserta raja-raja Kutai sebelumnya. Sultan aji muhhammad yang namanya sekarang di jadikan nama bandara internasional balikpapan sepinggan sejak tahun 2014. Singgasana Sultan ini dilengkapi dengan payung serta umbul-umbul serta peraduan pengantin Kutai Keraton.
2. Kering Bukit Kang merupakan keris yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, permaisuri Raja Kutai Kartanegara yang pertama. Berdasarkan cerita dari masyarakat menyebutkan bahwa putri ini merupakan putri yang ditemukan dalam sebuah gong yang hanyut di atas bambu. Di dalam gong tersebut terdapat bayi perempuan, telur ayam dan sebuah kering. Kering ini diyakini sebagai Keris Bukit Kang.
3. kura-kura emas. Benda yang memiliki ukuran sebesar kepalan tangan ini ditemukan di daerah Long Lalang, daerah yang berada di hulu Sungai Mahakam. Dari riwayat yang diketahui benda ini merupakan persembahan dari seorang pangeran dari Kerajaan China untuk Putri Raja Kutai, Aji Bidara Putih. Kura-kura emas ini merupakan bukti dari pangeran tersebut untuk mempersunting sang putri.
4. Pedang Sultan Kutai terbuat dari emat padat. ciri ciri dari pedanh sultan kutai ini terdapat pada corak gagang pedang terdapat ukiran gambar seekor harimau yang siap untuk menerkam mangsanya. kemudian pada bagian ujung pedang terdapat hiasan seekor buaya. Namun anda tidak akan menemukan pedang sultan kutai ini di museum Mulawarman kutai, namun tersimpan di Museum Nasional di Jakarta.
5. Kalung Ciwa yang ditemukan oleh pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Kalung ini ditemukan oleh seorang penduduk di sekitar Danau Lipan Muara Kaman pada tahun 1890. Saat ini Kalung Ciwa masih digunakan sebagai perhiasan oleh sultan dan hanya dipakai ketika ada pesta penobatan sultan baru.
6. Ketopong adalah mahkota yang biasa dipakai oleh Sultan Kerajaan Kutai yang terbuat dari emas. Ketopong ini memiliki berat 1,98 kg dan saat ini masih tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Benda bersejarah yang satu ini ditemukan di Mura Kaman, Kutai Kartanegara pada tahun 1890. Sedangkan yang dipajang di Museum Mulawarman merupakan ketopong tiruan.
7. Prasasti Yupa merupakan salah satu bukti sejarah Kerajaan Kutai yang paling tua. Dari prasasti inilah diketahui tentang adanya Kerajaan Kutai di Kalimantan. Di dalam prasasti ini terdapat tulisan-tulisan yang menggunakan bahasa Sansekerta dan juga aksara/huruf Pallawa. Isi dari Prasasti Yupa mengungkapkan sejarah dari Kerajaan Hindu yang berada di Muara Kaman, di hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Secara garis besar prasasti tersebut menceritakan tentang kehidupan politik, sosial dan budaya Kerajaan Kutai.


E. KERUNTUHAN KERAJAAN KUTAI
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.Kerajaan.
Sejak tahun 1735 kerajaan Kutai Kartanegara yang semula rajanya bergelar Pangeran berubah menjadi bergelar Sultan (Sultan Aji Muhammad Idris) dan hingga sekarang disebut


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kerajaan Kutai berada di kalimantan Timur, yaitu di sungai hulu Mahakam. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama tempat penemuan prasasti, yaitu didaerah Kutai.kaltim telah berdiri dan berkembang kerajaan yang mendapatkan pegaruh Hindu adalah beberapa penemuan berupa batu bertulis atau Prasasti. Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut Yupa. Yupa ini berfungsi utuk mengikat hewan Korban. Korban itu merupakan pwersembahan rakyat kepada para Dewa yang dipujanya.
Kehidupan sosial dan budayanya pun sangat menjujung tinggi nilai kebudayaan yang ada. Kehidupan ekonomi masyarakat kutai sangat makmur, dengan bukti bahwa Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.
Keterangan tertulis pada prasasti yang mengatakan bahwa Raja Mulawarman pernah memberikan hartanya berupa minyak dan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.
Masa keruntuhan Kerajaan Kutai runtuh ketika Raja Dharma Setia tewas ditangan Raja Kutai Kartanegara. Raja Dhamarmasetia adalah anak dari Raja Mulawarman, cucu dari Raja Asmawarman, buyut dari Raja Kudungga. Dan Raja Dharma Setia adalah Raja terakhir diKerajaan Kutai

B. SARAN
Kita sebagai masyarakat Indonesia harus mencintai budaya budaya yang ada saat ini. Peninggalan-peninggalan yang begitu besar di Indonesia membuktikan bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya. Dengan cara merawat,melestarikan dan tidak merusak budaya yang ada itu juga merupakan bukti cinta kita terhadapan peninggalan budaya diIndonesia.


DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai
http://www.gurupendidikan.co.id/kerajaan-kutai-sejarah-raja-dan-peninggalan-beserta-kehidupan-politiknya-secara-lengkap/
http://sejarahlengkap.com/indonesia/kerajaan/sejarah-kerajaan-kutai-kartanegara-lengkap

thumbnail

Makalah Wawasan Nusantara

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan sumber segala ilmu pengetahuan yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik tepat pada waktunya. Shalawat dan salam selalu terlimpah curahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Tidak lupa penulis sampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini .
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas kaitannya dengan Wawasan Nusantara, yang penulis sajikan dari berbagai sumber informasi dan referensi. Makalah ini disusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri sendiri maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya teman-teman SMK YAPALIS KRIAN. Penulis sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, penulis menerima berbagai saran maupun kritikan yang bersifat membangun. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalah wilayah kedaulatan, di samping rakyat dan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah kepulauan telah diletakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia,karena telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia.
Wawasan ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang sarwa nusantara dan penekanannya dalam mengepresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tennngah-tengah lingkungannya yang sarwa nusantara itu. Unsur-unsur dasar wawasan nusantara itu adalah:wadah,isi,dan tata laku.
Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang berbhineka,negara Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan sekaligus kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan geografi yang strategis dan kaya akan sumber daya manusia(SDM). Kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa,satu negara dan satu tanah air.Dalam kehidupannya,bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh interaksi dan interelasi dengan lingkungan sekitar(regional atau internasional). Salah satu pedoman bangsa Indonesia wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara disebut WAWASAN NUSANTARA. Karena hanya dengan upaya inilah bangsa dan negara Indonesia tetap eksis dan dapat melanjutkan perjuangan menuju masyarakat yang adil,makmur dan sentosa.

B. Rumusan Masalah
Di dalam makalah ini mempunyai beberapa rumusan masalah antara lain:
1. Pengertian dari Wawasan Nusantara
2. Pentingnya Wawasan Nusantara Bagi NKRI
3. Metode Penanaman Wawasan Nusantara
4. Makna Integrasi Nasional
5. Hambatan dan cara menghadapi ancaman Interasi Nasional
C. Tujuan
Makalah ini mempunyai beberapa tujuan yaitu :
1. Untuk mengetahui pengertian dari Wawasan Nusantara
2. Untuk mengetahui Pentingnya Wawasan Nusantara Bagi NKRI
3. Untuk mengetahui Metode Penanaman Wawasan Nusantara
4. Untuk mengetahui Makna Integrasi Nasional
5. Untuk mengetahui Hambatan dan cara menghadapi ancaman Integrasi Nasional



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Wawasan Nusantara
Menurut Prof.Dr. Wan Usman
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah air nya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.
Menurut Kel. Kerja LEMHANAS 1999
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Menurut Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

B. Pentingnya Wawasan Nusantara Bagi NKRI.
Setiap bangsa mempunyai wawasan nasionalnya, yaitu cara pandang bangsa untuk menempatkan diri terhadap lingkungannya. Seperti wawasan nusantara pada indonesia, bagi bangsa indonesia yang wilayahnya terdiri dari lautan dan terdiri dari banyak pulau serta kedudukannya yang terletak diantara dua benua dan dua samudra sangatlah penting untuk menentukan wawasannya yang dikenal sebagai wawasan nusantara. Dimana wawasan nusantara merupakan cara pandang dan sikap bangsa indonesia dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta mengajarkan kepada kita bagaimana membina persatuan dan kesatuan aspek kehidupan bangsa dan negara dalam mengejar cita-cita dan tujuannya sebagai ajaran yang diyakini kebenaran itulah maka wawasan nusantara dinamakan sebagai doktrin dasar nasional yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh warga negara indonesia.
Sebenarnya Wawasan Kebangsaan Indonesia sudah dicetuskan oleh seluruh Pemuda Indonesia dalam suatu tekad pada tahun 1928 yang dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda yang intinya bertekad untuk bersatu dan merdeka dalam wadah sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seharusnya untuk menghadapi keadaan Negara yang serba sulit sekarang ini kita bangsa Indonesia bangkit bersatu mengatasi masalah bangsa secara bersama-sama.
Lepasnya pulau sipadan dan ligitan ketangan malasya, disintegrasi bangsa yang dilakukan oleh kelompok tertentu seperti diwilayah propinsi irian jaya yang mengarah pada konflik vertikal dan kerusuhan sosial. Hal tersebut dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa indonesia yang sudah ada sejak zaman bung karno. Untuk itu perlu adanya pemahaman terhadap wawasan nusantara sebagai wawasan bangsa indonesia dan menjadi nilai dasar ketahanan indonesia, sebagaimana dikatakan oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap eksistensi dirinya ditengah-tengah masyarakat Internasional. Secara prinsip, Indonesia adalah Negara kesatuan yang berlandaskan Pancasila. Sedangkan keanekaragaman ras, suku, agama dan bahasa daerah merupakan khasanah budaya yang dapat menjadi unsur pemersatu bangsa. Dengan demikian apa yang sudah dirintis oleh nenek moyang bangsa Indonesia dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit perlu dipertahankan dan dilestarikan oleh seluruh rakyat Indonesia dalam kerangka NKRI dengan Bhineka Tunggal Ika.
Wawasan nusantara sangat penting untuk bangsa indonesia karna wawasan nusantara merupakan arah bagi penyelenggaraan nasional untuk mencapai tujuan nasional dalam mewujudkan cita-cita nasional. Dengan demikian wawasan nusantara berfungsi sebagai panduan dan pedoman dasar bagi penyelenggaraan bagi kehidupan yang memberikan motivasi dorongan untuk mencapai tujuan.wawasan nusantara juga melandasi perjuangan bangsa indonesia untuk bersatu dalam mencapai tujuan nasionalsecara utuh,menyeluruh dan terpadu. Maka untuk menjamin agar kesatuan Indonesia selalu terpelihara, bangsa Indonesia melahirkan Wawasan Nusantara. Pandangan itu adalah satu konsepsi geopolitik dan geostrategi yang menyatakan bahwa Kepulauan Nusantara yang meliputi seluruh wilayah daratan, lautan dan ruang angkasa di atasnya beserta seluruh penduduknya adalah satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan-keamanan. Agar bangsa Indonesia mencapai tujuan perjuangannya, yaitu terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila, Wawasan Nusantara harus diaktualisasikan dan tidak tinggal sebagai semboyan atau potensi belaka.
WawasanNusantara memiliki peranan penting untuk mewujudkan persepsi yang sama bagi seluruh warga negara Indonesia. Perbedaan persepsi, perbedaan pendapat, dan freksi-freksi antar kelompok dalam konteks sosologis, politis serta demokrasi dianggap hal yang wajar dan sah-sah saja. Hal di atas justru diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang dinamis dan kreatif, sinergis, untuk saling menyesuaikan menuju integrasi. Suatu pantangan yang harus dihindari adalah perbuatan, tindakan yang melanggar norma-norma etika, moral, nilai agama atau tindakan anarkis menuju ke arah disintegrasi bangsa. Namun demikian wawasan normatif, wawasan yang disepakati bersama perlu dimengerti, dipahami di sosialisasikan bahwa Nusantara sebagai kesatuan kewilayahan, kesatuan (IPOLEKSOSBUD-HANKAM) tidak dapat ditawar lagi, tidak dapat diganggu gugat sebagai harga mati yang normatif.
Dengan persepsi yang sama diharapkan dapat membawa bangsa menuju kesepahaman dan kesehatian dalam mewujudkan cita-cita nasional. Suatu persepsi atau pandangan yang berbeda-beda dalam mencapai tujuan bersama akan merugikan kesatuan, kebersamaan dan keserasian sehingga menimbulkan gejolak sosial yang dapat merugikan bangsa keseluruhan sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa.
Perilaku koropsi, mementingkan diri sendiri, tidak bertanggung jawab, tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas akan mengakibatkan perilaku bunuh diri bersama-sama. Negara yang tidak bisa menyamakan persepsi atau pandangan yang sama akan minimbulkan konflik yang berlarut-larut sehingga menghasilakan bangsa yang gagal.
Pembinaan dan sosialisasi Wawasan Nusantara sangat penting bagi negara bangsa karena dapat menghasilkan Ketahanan Nasional. Daya tahan yang kuat bagi sauatu bangsa dan kerja sama yang sinergis antar bidang (IPOLEKSOSBUD-HANKAM) yang diusahakan terus menurus dapat menghasilkan integrasi nasional yang utuh menyeluruh.

C. Metode Penanaman Wawasan Nusantara
Dari seluruh wilayah Indonesia 75 persen merupakan daerah pedesaan. Jika di hitung-hitung lagi, diantara 75 persen tersebut masih banyak yang merupakan daerah terbelakang atau terpencil. Bahkan diluar Jawa masih banyak daerah-daerah yang masih terdiri dari hutan perawan yang belum terjamah peradaban manusia. Jika pada sentral-sentral peradaban yaitu di kota sedang dilakukan penyadaran publik untuk melingkupi seluruh nusantara, maka permasalahan terbesar justru terjadi di wilayah-wilayah terpencil itu.
Permasalahan di mulai dari segi transportasi dan komunikasi. Selain itu terjadi pula kesenjangan pengetahuan yang cukup signifikan yang sangat berpengaruh terhadap hasil upaya penanaman nilai-nilai wawasan nusantara tersebut. Ambillah contoh daerah Papua pedalaman dibandingkan dengan daerah Jakarta Utara. Jika di Jakarta Utara rata-rata penduduk sudah mengenyam bangku pendidikan dan memperoleh informasi yang sangat banyak maka mudah bagi masyarakat itu untuk mengerti tujuan dari penanaman wawasan nusantara tersebut.
Namun menjadi sulit bagi masyarakat Papua pedalaman, karena mereka selain minim informasi dan pendidikan, juga sebenarnya mereka tidak benar-benar merasakan bahwa persoalan yang sedang ingin ditanggulangi dan tujuan dari penanaman wawasan nusantara itu sebagai suatu hal yang penting bagi mereka. Mereka sudah terbiasa dengan kehidupan yang sederhana dan konvensional yang sudah terjadi secara turun temurun. Perbedaan sejarah membuat adanya perbedaan perilaku dan sikap pula. Maka untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif dan tepat sasaran, perlu digagas stretegi apa yang selayaknya diambil. Secara sederhana setidaknya ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi :
a. Pola pendidikan/penanaman yang tepat bagi masing-masing daerah.
Karakteristik daerah dengan latar belakang kultur, agama dan adat yang berbeda perlu disikapi dengan pola pendidikan yang berbeda. Artinya penghormatan terhadap apa yang sebelumnya mereka anut atau lakukan sangat penting untuk dihormati keberadaannya. Penanaman nilai-nilai wawasan nusantara sebisa mungkin tidak bermuatan politis tetapi bermuatan kekeluargaan dan kerakyatan. Acara-acara atau momen-momen yang paling tepat untuk dijadikan ajang penanaman nilai-nilai wawasan nusantara justru pada saat acara adat/ritual yang biasa dilakukan di daerah tersebut. Sehingga masyarakat setempat merasa bahwa wawasan nusantara merupakan bagian integral dari budaya mereka sendiri. Walaupun seluruh masyarakat Indonesia itu sadar bahwa kemerdekaan itu penting dan begitu pula dengan persatuan dan kesatuannya, tetapi ketika hal itu diimplementasikan pada komponen-komponen pelaksananya termasuk pada penanaman nilai-nilai wawasan nusantara ini, bisa saja dianggap ‘politis’, karena secara manusiawi sangat mungkin terjadi manipulasi oleh para oknum pelaku pemerintahan.
Hal inilah yang sangat dikhawatirkan menjadi bumerang terhadap usaha penanaman nilai itu sendiri sehingga harus terjadi kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah yang berwenang sehingga tidak terjadi manipulasi oleh para oknum pelaku pemerintahan.
b. Intensitas permasalahan yang diangkat pada masing-masing daerah.
Setelah melalui pola pendidikan atau penanaman yang kekeluargaan, selanjutnya perlu diimbangi pula dengan keseimbangan logis dan emosional. Hal itu dilakukan dengan melihat potensi dan kekurangan pada masing-masing daerah. Sebagai contoh adalah daerah Papua; karena karakteristik masyarakatnya yang sedikit lebih terbelakang dari masyarakat lain, maka usaha penanaman nilai itu harus dibarengi dengan peningkatan pendidikan yang lebih gencar dari daerah lain. Tidak logis kiranya jika pada saat penanaman nilai itu dilakukan, kemudian konsentrasi pendidikan tidak dialihkan ke sini, sedangkan usaha eksploitasi sumber daya alamnya sudah dimulai, hal ini sangat potensial menimbulkan konflik, karena beberapa segi :
D. 1. Kesadaran masyarakatnya yang belum tinggi, sehingga potensial menimbulkan kesalahpahaman.
E. 2. Kesengajaan oknum pemerintah yang memanfaatkan keadaan senjang pendidikan tersebut untuk menguasai, sehingga meninggalkan aib bagi usaha penanaman wawasan nusantara itu.
F. c. Pendekatan psikologis yang digunakan pada masing-masing daerah.
G. Pendekatan psikologis yang dimaksud adalah ketika suatu daerah memiliki kecenderungan kuat terhadap sebuah tradisi agama atau budaya yang kental, maka penanaman nilai ini harus menyesuaikan dengan latar belakang mereka. Sebagai contoh adalah daerah Islam, karena di dalam Islam diajarkan mengenai pemanfaatan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat detail dengan pembahasan halal-haram segala, maka jangan sampai usaha penanaman nilai-nilai wawasan nusantara, menyebabkan mengikisan fungsi kontrol agama yang sudah mereka anut. Bagaimana mungkin mendirikan banyak diskotik dengan alasan pariwisata dan pengkayaan potensi pariwisata, pada daerah yang sangat agamis, hal itu adalah pemaksaan sekaligus pelecehan terhadap nilai-nilai setempat yang sebenarnya tidak bertentangan dengan wawasan nusantara jika mau disikapi secara adil.
H. d. Peran yang diberikan pada masing-masing daerah.
I. Peran yang dimaksud adalah menempatkan setiap daerah pada potensi dan kecenderungannya masing-masing. Artinya pada suatu daerah yang sangat kaya alamnya, maka diprioritaskan untuk membangun potensinya itu sebagai bagian integral dari pembangunan negara. Sedangkan pada daerah dengan potensi perdagangan misalnya, diberi kesempatan untuk mengembangkan daerahnya menjadi pusat perdagangan yang besar. Kepentingannya justru bagaimana memanfaatkan keberagaman itu pada sebuah kerjasama yang saling mendukung, dan bukannya saling menyaingi dan menjatuhkan. Semangat ini sangat tergantung pada pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh pejabat-pejabat pelaksana pemerintahan sebagai cermin dari kekonsistenan melaksanakan wawasan nusantara.

J. Makna Integrasi Nasional
K. Hambatan dan cara menghadapi ancaman Integrasi Nasional



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Wawasan Nusantara sebagai pandangan bangsa Indonesia yang dibangun atas pandangan geopolitik bangsa terhadap lingkungan tempat tinggalnya secara keseluruhan. Konsep Wawasan Nusantara yang berdasarkan segi historis dan geografis sosial budaya menegaskan bahwa Indonesia dengan kebhinekaannya adalah satu kesatuan yang saling terpaut. Sebagai landasan Visional, Wawasan Nusantara berperan penting dalam mewujudkan tujuan bangsa dalam pembangunan Nasional
B. Saran
Kita sebagai masyarakat Nusantara harus senantiasa menjujung tinggi derajat dan kedaulatan negara dengan banyak cara¸ seperti melalui politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Wawasan nusantara merupakan hal yang penting bagi membangun mental masyarakat bangsa, dengan wawasan itu mungkin masyarakat dapat lebih sadar terhadap lingkungan sekitar.


DAFTAR PUSTAKA
https://hildasilvia1892.wordpress.com/2012/06/25/pentingnya-wawasan-nusantara-bagi-bangsa-indonesia/

Selasa, 05 Desember 2017

thumbnail

Contoh Teks Tantangan

Larangan Hand Phone di Sekolah
Saat ini, Hand Phone atau yang sering disebut dengan HP sudah banyak digunakan di kalangan masyarakat Indonesia terutama anak – anak. Banyak anak – anak yang sudah berani untuk membawa HP ke sekolah, padahal sekolah sudah memberikan larangan tentang membawa HP ke sekolah. Sekolah memberikan larangan tersebut dengan alasan yang disertai bukti. Seringkali guru memergoki muridnya sedang asik bermain HP saat pelajaran berlangsung.
Menurut berbagai kalangan, munculnya larangan tersebut tidak tepat untuk kurikulum pendidikan yang dijalankan oleh Indonesia saat ini, yaitu kurikulum 2013 atau lebih tepatnya kurikulum nasional seperti siswa dituntut untuk mencari referensi tentang pelajaran apa yang sedang dipelajari sedangkan siswa tidak memiliki media yang dibutuhkan, yaitu HP. Banyak juga orang tua yang menyuruh anaknya untuk tetap membawa HP ke sekolah dengan alasan komunikasi.
Selain itu, banyak siswa yang membawa HP ke sekolah dengan alasan untuk berjaga – jaga jika bertemu dengan situasi yang darurat. Apakah sekolah melarang siswanya untuk mengantisipasi hal tersebut? Jika sekolah memberikan solusi untuk menggunakan HP wali kelasnya masing – masing, apakah itu tidak membutuhkan waktu? dan apakah wali tersebut selalu ada setiap waktu? Itu adalah alasan yang cukup kuat.
Sebagai solusinya, pihak sekolah diminta untuk memikirkan ulang tentang kebijakan larangan Hand Phone di sekolah. Pihak sekolah seharusnya mempertimbangan dampak positif dan dampak negatif dari larangan tersebut karena pendidikan merupakan hal yang diutamakan.


Kenaikan Harga BBM

Sebanyak 10 ribu buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Indonesia (MPBI), terdiri dari KSPI, KSPSI, KSBSI dan Federasi SP lainnya hari ini (17/6/2013) kembali turun aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan mengepung gedung DPR RI, di mana akan dilakukan sidang paripurna DPR terkait pembahasan APBN-P 2013. Seperti diketahui, pemerintah memastikan akan menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar pada pekan ini. Rencananya harga premium akan naik Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter dan solar naik Rp 1.000 menjadi Rp 5.500 per liter. Saat ini kedua jenis BBM tersebut dijual dengan harga Rp 4.500 per liter.
Menurut para pendemo, langkah pemerintah menaikkan harga BBM, dibarengi pembagian Bantuan Langsung Sementara (BLSM) pada masyarakat miskin adalah tindakan pembodohan dan tidak produktif. Kenaikan harga BBM juga merupakan tindakan yang tidak pro rakyat kecil terutama buruh.
Kenaikan harga BBM itu membuat daya beli buruh turun. Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 500 ribu- Rp 700 ribu akan tergerus atau sia-sia karena harga sembako naik, sewa rumah dan kontrakan naik, transportasi naik dan inflasi akan naik di atas 10%. Dampaknya pada 44 Juta buruh formal akan jadi miskin lagi jadi buruh akan makin menderita.
Kenaikan BBM juga menunjukkan bahwa pemerintah gagal dalam mengelola keuangan negara. Pemerintah dianggap gagal dalam mengoptimalkan potensi pajak, dari 60 juta orang dengan penghasilan kena pajak, baru sekitar 8.8 juta atau 14,7% yang membayar pajaknya. Dan dari 5 juta badan usaha yang mendaftarkan dirinya sebagai wajib pajak, baru 520 ribu atau 10,4 % saja yang membayar pajaknya. Penerimaan pajak penghasilan (pph ) turun dari Rp 584.9 triliun menjadi Rp 530,7 triliun, turun Rp 54,1 triliun ditambah kasus korupsi yang terjadi di Dirjen Pajak.
Berdasarkan pemeriksaan BPK 2012, dana bantuan sosial yang bermasalah sebesar Rp 31,66 triliun, jadi aparat yang korup yang jadikan rakyat sengsara. Untuk itu, masih banyak cara untuk menekan defisit anggaran.
Kenaikan BBM juga menunjukkan bahwa pemerintah gagal dalam mengelola kebijakan energi. Pemerintah telah mengorbankan rakyat untuk kepentingan asing, karena minyak yang dikelola oleh pertamina hanya sekitar 14% dari total yang ada dan selebihnya dikuasai swasta dan asing, sehingga Indonesia harus mengimpor minyak, di saat yang sama Indonesia juga mengekspor. Pemerintah juga tidak serius membangun kilang minyak untuk meningkatkan kapasitas produksi Pertamina dan tidak serius menyiapkan gas sebagai energi alternatif.
Pemberian BLSM Rp 150 ribu per bulan untuk setiap keluarga, artinya tiap keluarga dengan empat orang dapat bantuan Rp 1.250 per orang per hari. Sedangkan kenaikan BBM Rp 2.000 per liter, ditambah naiknya harga sembako, transportasi, dan kontrakan yang bila dihitung tidak akan kurang dari Rp 400 ribu per keluarga.
Rakyat miskin akan tekor Rp 250 ribu per bulan bila subsidi BBM diganti BLSM. BLSM hanya diberikan selama empat bulan. Sedangkan imbas dari kenaikan BBM akan selamanya dirasakan rakyat miskin dan buruh. Apalagi, kenaikan harga BBM ini menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, pasti kenaikan harga akan berlipat-lipat.
Selain itu, pemberian BLSM sebagai penganti subsidi BBM kepada rakyat miskin juga sarat kepentingan politis, pemberian BLSM ini akan dimanfaatkan partai penguasa untuk menarik dukungan masyarakat, kenaikan harga BBM dan pemberian BLSM hanya untuk kepentingan para politisi dan pencitraan para pejabat di mata rakyat.
Sebaiknya, pemerintah harus mempertimbangakan matang-matang saat memutuskan kenaikan harga BBM. Jangan terlalu tinggi dan harus dibarengi dengan kontrol yang kuat agar kenaikan itu tak berimbas pada kenaikan harga barang, transportasi, dan lain-lainnya. Pemerintah perlu memikirkan kebijakan strategis lain untuk memperbaiki perekonomian, bukan hanya memikirkan kenaikan harga BBM.


Kenaikan Harga BBM Disambut Aksi Demo

Demo kenaikan BBM belum berhenti. Kali ini Aliansi Rakyat Bali Tolak Kenaikan BBM mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Surat Keputusan Menteri ESDM No.2486/K/12/MEN/2015 tentang Kenaikan Harga BBM. Kenaikan harga BBM dinilai memberatkan mayoritas masyarakat.
"Kebijakan nonpopulis ini bukti wajah asli siapa Pemerintah saat ini, yang tidak bisa mengambil kebijakan tanpa melukai hati rakyat dan menyengsarakan kehidupan yang semakin sulit ini," ujar Koordinator Aliansi Rakyat Bali Tolak, Ni Wayan Sita Metri saat berunjukrasa di Denpasar, Minggu (29/3/2015).
Ia menilai kenaikan harga BBM yang dimulai sejak Sabtu kemarin, pukul 00:00 WIB tidak memiliki dasar perhitungan yang kuat. Sebab harga minyak mentah dunia saat ini hanya USD 59,19 per barrel.
Sementara itu Juru Bicara Aliansi Rakyat Bali Tolak Kenaikan BBM, Retno mengatakan, kenaikan BBM menunjukkan kekayaan energi Indonesia masih dikontrol asing. Ia juga menuding Pemerintahan Jokowi belum mampu membawa Indonesia mandiri dalam mengelola kekayaanya alamnya.
Saat ini kekayaan alam Indonesia atas sumber Energi masih dikuasai oleh Asing, sehingga Pemerintahan Jokowi-JK membuat kebijakan yang mengikuti alur keinginan di International," tutur Retno, juru bicara Aliansi tersebut.
Sebelumnya unjuk rasa kenaikan BBM juga terjadi di sejumlah daerah. Seperti di Jakarta dan Yogyakarta.


Tantangan Tentang Narkoba

Narkoba merupakan suatu bahan yang tersusun dai beberapa rangkaian dan campuran bahan aktif. Campuran bahan yang ada didalam narkoba dimasukkan kedalam golongan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif. Banyak yang berpendapat jika narkoba itu merupakan obat yang terlarang dan sangat berbahaya bagi tubuh orang yang mengkonsumsinya. Tapi anggapan mereka tidak sepenuhnya benar,
Narkoba merupakan suatu obat yang biasa digunakan dalam ilmu medis atau ilmu kesehatan. Kebutuhan narkoba juga sangat banyak bagi para penderita penyakit. Namun, narkoba yang diberikan dokter kepada pasiennya tentulah sesuai dengan ilmu medis yang berbasis kesehatan. Jadi tidak terlalu berefek samping.
Apabila Anda menemui berbagai pengguna narkoba di jalanan lalu Anda melihat pengguna itu gila, berarti itu karena penyalahgunaan obatnya saja. Narkoba yang seharusnya digunakan sebagai penyembuh penyakit yang harus digunakan dengan hati-hati, malahan disalahgunakan. Itulah yang mendapatkan citra buruk pada masyarakat.


Adegan Kekerasan Dalam Sinetron

Sinema elektronik atau biasa disebut sinetron sedang digandrungi masyarakat. Namun jalan cerita yang disuguhkan dalam sinetron cenderung berbelit-belit dan kurang edukatif. Selain itu, adegan yang terdapat pada sinetron banyak mengandung unsur kekerasan yang tidak seharusnya dijadikan tontonan. Hal ini membawa banyak dampak negatif bagi para penonton, terutama anak-anak dibawah umur.
Menyikapi dampak-dampak yang mungkin terjadi, Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) tampaknya belum mengambil tindakan yang tegas. Padahal, dalam UU No. 32 tahun 2002 tentang penyiaran telah dijelaskan sistem, tujuan, dan tata cara penyajian suatu siaran. Disini jelas bahwa pelaksanaan UU tersebut belum dijalankan secara maksimal. Terlebih dengan adanya globalisasi yang membuat budaya barat masuk dengan cepat, seharusnya pemerintah dan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memperketat pengawasan dalam penyiaran sinetron.
Karena kelalaian pihak-pihak tersebut, masyarakatlah yang terkena dampaknya. Banyak terjadi tindak kriminal dimana-mana, seperti di dalam linggkungan sekolah atau antar golongan masyarakat. Anehnya kebanyakan yang melakukan tindakan tersebut adalah anak dibawah umur. Hal semacam inilah yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah.
Selain itu, gaya hidup yang ditayangkan dalam sinetron kebanyakan bermegah-megahan dan menunjukkan pergaulan yang bebas. Padahal menurut UU no. 32 tahun 2002 pasal 4 ayat (1) dinyatakan bahwa suatu tontonan atau siaran seharusnya berfungsi sebagai media komunikasi, informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, sekaligus sebagai kontrol sosial. Kenyataannya, tayangan sinetron justru mengarahkan pola pikir masyarakat kepada hal-hal yang negatif dan tidak berpendidikan.
Maka, dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab atas segala bentuk penyiaran yang akan ditayangkan dan dipublikasikan. Pemerintah juga harus memperketat kebijakan dalam hal sensor dan publikasi sinetron yang banyak mengandung unsur kekerasan sehingga masyarakat utamanya para penerus bangsa tidak akan menerima dampak-dampak buruknya.


Penggunaan Gadget

Gadget merupakan salah satu alat komunikasi yang saat ini sedang menjadi tren untuk dimiliki oleh setiap orang. Salah satu gadget yang saat ini sering digunakan oleh manusia, yaitu handphone. Handphone merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menghubungi orang lain dengan menggunakan pesawat telepon yang dapat di bawa kemana mana. Banyak yang berpendapat bahwa handphone dapat memberikan kerugian bagi banyak pihak. Hal tersebut disebabkan orang yang sudah menggunakan handphone akan menjadi lupa akan waktu, dan menghabiskan kegiatannya hanya untuk bermain handphone, baik untuk bermain game maupun untuk kegiatan lain.
Namun, penilaian di atas tidak sepenuhnya benar. Handphone sebagai salah satu alat komunikasi dapat membantu menghubungkan individu yang letaknya berjauhan dengan individu yang lainnya. Jika, dulu kita selalu menggunakan surat untuk mengetahui kondisi atau kabar saudara maupun teman kita yang letaknya sangat berjauhan dengan kita. Sekarang penggunaan handphone dapat membantu dalam mengatasi kondisi tersebut. Handphone dipandang lebih efektif dan efisien untuk mengetahui kondisi atau kabar atau untuk berkomunikasi dengan orang lain. Orang tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memperoleh informasi.
Selain untuk komunikasi, handphone bisa digunakan untuk mencari informasi dari internet. Informasi tersebut tentu saja informasi yang bermanfaat dalam bidang pendidikan atau untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Apabila anda melihat orang menggunakan handphone hanya untuk bermain game atau hanya menggunakan media sosial saja, itu berarti orang tersebut belum paham benar tentang manfaat dari handphone. Handphone yang seharusnya bisa menjadi sarana yang menguntungkan untuk membantunya dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan, justru menjadi momok yang menakutkan untuk mengurangi kualitas diri pribadi individu.


Peredaran Jajanan Berbahaya Di Tengah Masyarakat

Kebutuhan konsumen akan camilan lezat membuat masyarakat semakin kreatif dan terus menciptakan variasi jajanan yang enak, sehat, dan menarik. Namun seperti yang kita ketahui, nyatanya masih banyak jajanan yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya yang tidak boleh dikonsumsi manusia. Fenomena ini disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor dari konsumen maupun produsen.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, perilaku produsen maupun konsumen dapat menjadi penyebab beredarnya jajanan berbahaya hingga saat ini. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI nomor 33 tahun 2012 tentang ketentuan bahan tambahan makanan yang diizinkan serta batas jumlah penggunaannya dan bahan tambahan makanan yang dilarang banyak mengalami pelanggaran pada faktor-faktor ini. Pengetahuan yang minim dari pembeli maupun para produsen akan bahan kimia yang tidak boleh digunakan sebagai bahan tambahan makanan (BTM) secara tidak langsung menyebabkan bahan kimia berbahaya ikut terkonsumsi lewat jajanan yang mengandung bahan-bahan tersebut. Selain itu, perilaku masyarakat yang cenderung membeli makanan yang harganya murah tanpa memperhatikan kualitas membuat produsen memandang penggunaan bahan kimia sebagai BTM adalah hal yang biasa demi memperoleh keuntungan dari penjualan yang murah.
Bahan-bahan berbahaya yang hingga kini masih tersedia di pasaran dan cukup mudah didapatkan membuat produsen tergiur untuk meracuni produknya. Formalin, boraks, serta pewarna tekstil seperti rodamin dan kuning metanil dengan mudahnya diperoleh dari oknum-oknum pedagang gelap. Dengan menambahkan bahan-bahan kimia berbahaya tersebut ke dalam makanan, modal yang diperlukan dapat ditekan dan laba yang diperoleh akan semakin besar.
Disamping berbagai faktor di atas, keteledoran pemerintah dalam mengawasi pemasaran produk makanan seakan memperluas jalan untuk para produsen nakal dalam berbuat curang. Apalagi Departemen Kesehatan masih memperbolehkan penggunaan BTM sakarin dan MSG yang telah dilarang di beberapa negara lain. Selain itu, pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak berwajib seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih terlalu longgar dan belum menyeluruh sehingga para distributor dan pedagang cenderung asal dalam menyortir jajanan yang akan diperjual belikan. Dalam hal ini, perlindungan konsumen nyata diabaikan sehingga perbuatan tersebut boleh dianggap menyimpang dari UU Nomor 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan UU Nomor 7 tahun 1996 pasal 1 ayat (4) yang menyatakan bahwa keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.
Sesungguhnya, dalam kasus ini pihak yang paling terdampak adalah anak-anak. Lingkungan sekolah dan pergaulan yang banyak dimanfaatkan untuk mengedarkan berbagai jajanan berbahaya memiliki andil besar dalam penyebaran makanan yang tidak sehat. Anak-anak kebanyakan juga lebih mementingkan tampilan luar jajanan yang menarik dan berwarna mencolok alih-alih memperhitungkan kandungan gizi serta keamanan makanan tersebut. Maka dari itu, produsen jajanan anak banyak melakukan kecurangan dengan menambahkan pewarna tekstil dan pemanis buatan tanpa takaran jelas yang dapat membawa dampak berkepanjangan bagi kesehatan anak.
Anak-anak maupun orang dewasa yang terlanjur memakan makanan berbahaya ini dapat dipastikan terancam berbagai penyakit, mulai dari alergi sampai dengan kanker bahkan gagal ginjal. Daya pikir orang yang mengkonsumsi jajanan berbahaya tak luput terkena dampaknya. Mulai dari penurunan daya ingat atau bahkan mengakibatkan kecerdasan seseorang akan menurun.
Dari besarnya bahaya yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi makanan dengan bahan tambahan yang berbahaya, tentu kita sebagai masyarakat harus lebih cermat dan pandai dalam memilih produk makanan yang sehat. Lebih baik lagi jika anak-anak usia sekolah membawa bekal dari rumah sehingga higienitas dan keamanan makanan lebih terjamin. Selain itu, pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang pun harus meninjau kembali pelaksanaan undang-undang tentang peredaran pangan serta mengawasi segala proses pengolahan makanan hingga sampai ke tangan konsumen demi menjamin keamanan makanan yang beredar di seluruh Indonesia.


Ujian Nasional Berbasis Komputer

Perkembangan teknologi sudah merambah ke segala bidang, tak terkecuali bidang pendidikan. Salah satu contoh nyata adalah penggunaan komputer dalam ujian nasional yang sekarang dinamakan dan dikenal sebagai UN CBT ( Ujian Nasional Computer Based Test ). Metode Ujian Nasional yang baru ini menggantikan metode lama yang menggunakan kertas atau yang biasa disebut UN PBT ( Ujian Nasional Paper Based Test ). Meskipun cara baru dalam melaksanakan ujian nasional ini digadang-gadang akan mengurangi nilai kecurangan dalam ujian dan meminimalisir kesalahan pembacaan jawaban. Namun sebenarnya UN CBT tidak sedikit menimbulkan masalah atau patutnya disebut kesalahan.
Meskipun banyak yang belum “merasakan” metode UN CBT namun sudah banyak kalangan pelajar bahkan guru yang tidak setuju dengan pelaksanaannya. Mereka cenderung mengkhawatirkan terjadinya kesalahan teknis. Mereka khawatir apabila suatu saat terjadi mati listrik saat mengerjakan . Meskipun dipersiapkan cadangan listrik atau semacamnya, takutnya hal tersebut membuat panik siswa.
Selain gangguan dari luar, mereka juga mengkhawatirkan bila nantinya komputernya bermasalah atau jaringan mereka bermasalah sehingga mengganggu atau bahkan merusak proses pengerjaan soal. Tentunya itu adalah hal yang sangat tidak diinginkan oleh siswa maupun guru. Banyak pihak siswa dan guru yang menyarankan ujian nasional dilaksanakan seperti biasa saja, yaitu UN menggunakan lembar jawab dan dikerjakan menggunakan pensil. Mereka beranggapan cara tersebut familiar dan tentunya lebih mudah karena mereka bertahun-tahun mengerjakan soal dengan alat tulis dan bukan menggunakan komputer.
Pengalaman dari sekian banyak siswa yang pernah mengalami ujian nasional CBT menunjukkan bahwa banyaknya kesalahan teknis yang mengganggu dalam proses tes. Tidak hanya kesalahan teknis dari pihak sekolah atau siswa, bahkan kesalahan di dalam aplikasi ujian pun juga banyak yang terjadi. Hal tersebut tentunya akan membuat siswa cemas dan akhirnya siswa menjadi tidak fokus dalam mengerjakan soal. Hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi karena Ujian Nasional merupakan salah satu faktor penting penentu siswa tersebut diterima di sekolah tujuan atau tidak.
Penerapan ujian nasional CBT di berbagai daerah yang menggunakan sistem bergilir dirasa kurang tepat. Ujian nasional bergilir sangat berisiko terjadi kecurangan, meskipun sudah dibuat ujian nasional dengan berbagai paket. Tak bisa disangkal dengan sistem bergilir tersebut menambah peluang kecurangan bagi sekelompok siswa yang melakukan kerja sama saling membocorkan soal. Biang dari permasalahan tersebut adalah kurangnya fasilitas sekolah yang memadai, dan bisa ditangkap dengan mudah bahwa penyebab fasilitas sekolah yang kurang memadai adalah kurangnya dana bantuan dari pemerintah. Jadi dapat disimpulkan bahwa ujian nasional CBT di Indonesia ini belum dipersiapkan secara matang. Pelaksanaan UN CBT terkesan seperti uji coba, padahal ujian nasional merupakan peristiwa yang sangat penting.
Beberapa pernyataan yang dapat mendukung argumen bahwa ujian nasional CBT di Indonesia ini belum dipersiapkan secara matang antara lain, penerapan ujian nasional CBT di Indonesia tidak dilaksanakan secara merata di semua sekolah, melainkan hanya sekolah tertentu yang ditunjuk saja. Alasannya pun sama, banyak sekali sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang memadai dan penyebabnya mudah ditebak, yaitu sekolah kekurangan dana untuk mewujudkannya. Selain alasan tersebut, uji coba-uji coba atau try out yang disediakan pemerintah untuk sekolah yang melaksanakan UN CBT dirasa kurang. Uji coba yang dilakukan kebanyakan adalah uji coba UN PBT dan sementara UN CBT mungkin hanya dilaksanakan satu kali atau dua kali saja. Sedangkan pembiasaan menggunakan komputer saat uji coba sangat penting dilakukan. Mengingat tidak sedikit pelajar yang “gagap teknologi”. Bahkan tidak sedikit pula pelajar yang “bisa” dalam teknologi namun tetap saja tidak terbiasa atau bahkan minder. Jika kurang pembiasaan, maka akibatnya tidak sepele. Konsentrasi siswa bisa terganggu karena “teknologi” tersebut dan tentunya juga berakibat pada pengerjaan siswa.
Ujian Nasional CBT ternyata banyak mendapat pendapat tidak baik dari siswa maupun guru. Banyak sekali alasan penolakan atau penentangan dari pelaksanaan Ujian Nasional CBT, mulai dari sisi kenyamanan, hingga sisi kecurangan. Sebenarnya akar dari semua argumen tersebut adalah pemerintah belum mempersiapkan secara matang tentang pelaksanaan UN CBT kepada para siswa. Jadi alangkah bijaknya apabila pemerintah menyiapkan secara matang terlebih dahulu sarana dan prasana penunjang pelaksanaan UN CBT tersebut sehingga dapat diterima dengan baik oleh para siswa maupun guru.


Pencemaran Sungai

Dulu, sungai merupakan salah satu sumber air yag sangat berguna bagi makhluk hidup. Sungai menjadi tempat tinggal biota air seperti ikan–ikan, sungai yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sungai juga bisa menjadi sumber air karena kejernihan dan kesegarannya. Tetapi, saat ini banyak sungai yang telah tercemar. Sungai ini tercemar karena ulah tangan manusia.
Penyebab sungai tercemar adalah banyak orang yang membuang sampah ke sungai. Perilaku warga yang buruk ini sudah menjadi kebiasaan. Warga yang membuang sampah di sungai beralasan bahwa jika membuang sampah di sungai tidak membutuhkan biaya, jika ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) harus mengeluarkan iuran khusus untuk sampah. Kalau warga tidak membayar maka sampah tidak akan diambil, jika sampah tidak di ambil maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Karena hal itu, warga terpaksa membuang sampahnya ke sungai.
Penyebab pencemaran sungai adalah penggunaan sungai sebagai tempat membuang limbah rumah tangga seperti air sabun. Limbah rumah tangga tersebut dapat mencemari air sungai. Limbah ini dapat membuat Ph air berubah. Perubahan Ph air tersebut membuat biota air mati. Selain itu, jika limbah rumah tangga mencemari sungai, maka warga yang menggunakan air sungai akan terkena penyakit, khususnya penyakit kulit.
Penyebab pencemaran air sungai yang lain adalah limbah industri kecil. Agar bisa menekan pengeluaran, pemilik akan menggunakan cara apa saja yang mudah untuk dilakukan. Karena membeli alat pengolahan limbah itu sangat mahal. Pemilik industri biasanya akan membuang limbahnya langsung ke sungai baik yang padat maupun yang cair. Walaupun dia sadar bahwa hal tersebut tidak benar.
Dengan kita mengetahui apa penyebab dari tercemarnya sungai, kita jadi bisa mengurangi pencemaran sungai. Jika kita tidak saling menginatkan maka kelak yang rugi adalah kita sendiri. Karena jika kita membuang sampah di sungai atau membiarkan orang lain membuang sampah atau limbah ke sungai maka kita turut menyumbang bencana untuk esok hari.


Pacaran Bukan Satu-Satunya Kebahagiaan

Pacaran sudah bukan merupakan hal yang tabuh bagi remaja zaman sekarang. Bukan hanya remaja, bahkan anak-anak di usia yang masih sangat dini sudah banyak mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan menyukai lawan jenis. Memang kata pacaran sudah tidak asing untuk didengar. Banyak remaja berlomba-lomba untuk bisa memamerkan pacarnya kepada orang lain. Seringkali, remaja yang tidak mempunyai pacar merasa malu terhadap teman-temannya. Mereka cenderung menyimpan rasa iri lantaran teman-temannya sudah memiliki pacar.
Berkali-kali ditemukan remaja yang berpacaran dengan alasan ‘agar lebih semangat menjalani hidup’. Mungkin memang itu merupakan alasan positif bagi mereka berpacaran. Namun, tak jarang ditemukan berbagai kasus yang diawali dengan terjalinnya hubungan pacaran. Mulai dari kasus pemerkosaan hingga pembunuhan, banyak di antara kasus tersebut terjadi akibat dari pacaran. Lalu, adakah sebenarnya keuntungan pacaran bagi remaja?
Dalam agama Islam, larangan berpacaran sangat jelas ditegaskan dalam Al-Qur’an maupun hadits. Seringkali remaja yang berpacaran menjerumus ke arah perzinaan. Perzinaan tersebut di antaranya mulai dari zina mata, zina hati, zina mulut, hingga sampai ke hal-hal yang lebih buruk lagi. Emosi remaja di usianya pun belum cukup stabil. Hal ini yang juga bisa menjadi faktor penyebab timbulnya perzinaan yang tidak diinginkan. Tentu hal tersebut juga akan merugikan pihak yang lainnya. Apa lagi jika orangtua sudah campur tangan, tentu hal tersebut juga akan lebih rumit lagi penyelesaiannya. Bahkan mungkin tidak akan menemukan titik terang.
Menurut catatan dari Polres Balikpapan, kasus kekerasan seksual mengalami peningkatan. Selama Januari-Juli tahun 2015, sudah tercatat 29 kasus pencabulan anak di bawah umur di kota Balikpapan. Dari data yang diterima Kaltim Post, rata-rata usia korban yang mengalami tindakan asusila berkisar 15-18 tahun. Rata-rata pelaku merupakan pacar dari korban itu sendiri. Dengan memperhatikan data tersebut, dapat dilihat bagaimana dampak hubungan pacaran bagi remaja. Remaja belum bisa mengontrol keinginannya dengan baik. Jika dibiarkan, maka remaja akan terus mengupayakan tersampainya keinginannya yang menggebu-gebu, sehingga kasus-kasus seperti kekerasan seksual akan terus meningkat tanpa bisa dihindari.
Sebagai remaja yang jatuh cinta, remaja tersebut tentu akan sangat menyayangi pasangannya. Terkadang rasa cinta mereka kepada pasangannya bisa melebihi rasa cinta mereka terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini bisa dilihat dari kualitas ibadah seseorang saat sedang jatuh cinta. Biasanya mereka akan melalaikan ibadah untuk mengikuti kemauan pasangannya. Mereka akan melupakan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang umat beragama. Hal-hal seperti inilah yang dapat memicu kelemahan iman para remaja.
Banyak orangtua mengeluhkan kebiasaan anaknya yang mengulur waktu belajar. Dengan terjalinnya pacaran, tak jarang para remaja menjadi kurang belajar karena lebih mementingkan pasangan mereka. Mereka lebih sering sibuk dengan alat komunikasi mereka untuk berhubungan dengan pasangannya. Bahkan banyak dari mereka sudah menganggap remeh masalah belajar. Akibatnya, para remaja akan kehilangan waktunya untuk memfokuskan diri dengan belajar. Hal itu tentu sangat merugikan mengingat nilai mereka yang juga bisa merosot sewaktu-waktu akibat kurangnya waktu belajar. Dampak buruk akan terjadi terhadap diri mereka sendiri saat itu.
Selain itu, remaja akan cenderung menjadi pribadi yang boros jika berhubungan dengan pasangannya. Rasa sayangnya terhadap pasangannya tentu menjadi poin utama dalam masalah ini. Dengan rasa sayangnya, apapun yang diinginkan pasangan mereka akan selalu dituruti agar pasangannya senang. Mereka tidak memikirkan berapa uang yang akan dikeluarkan hanya untuk membuat pasangannya merasa senang. Beberapa kemungkinan dari hal-hal semacam ini adalah pasangan yang akan menjadi ketergantungan dengan perhatian yang diberikan remaja. Hal ini akan berujung terhadap masalah-masalah pemerasan uang. Ujung-ujungnya remaja akan patah hati dan merasa dimanfaatkan.
Dengan memperhatikan berbagai dampak yang ditimbulkan dari pacaran, sudah sebaiknya para orangtua selalu mengawasi anak-anaknya yang beranjak remaja. Para remaja pun juga harus bisa mengontrol hawa nafsunya. Jika dibolehkan berpacaran, mereka harus memiliki prinsip pacaran yang sehat, baik, dan bisa memotivasi dalam hubungannya. Apa lagi jika mereka saling memotivasi dalam peningkatan prestasi. Maka, tidak akan timbul hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, remaja memang sebaiknya tidak perlu menjalin hubungan pacaran. Sebaik-baiknya hubungan bukanlah hubungan yang hanya mengutamakan hawa nafsu, tetapi adalah hubungan yang diawali dengan adanya komitmen, dan disertai sikap dan pikiran yang dewasa, sehingga hubungan tersebut bisa membuahkan kebahagiaan. Jika ingin berpacaran, maka remaja sebaiknya menunggu saat sudah dewasa dan memiliki komitmen dalam hubungannya.


Dampak Negatif Menonton Televisi bagi Kesehatan dan Pelajar

Di dalam era globalisasi saat ini tayangan televisi sudah tidak bisa dihindarkan lagi. Dengan menonton televisi, kita bisa memperoleh bermacam-macam informasi, termasuk di dalamnya hiburan. Pertanyaannya adalah adakah dampak negatif yang ditimbulkan dari menonton televisi?
Sejumlah kalangan menganggap bahwa menoonton televisi dapat menimbulkan dampak negatif bagi penontonnya. Efek buruk atau negatif dari segi kesehatan memiliki dampak bagi kesehatan mata. Menonton televisi yang terlalu lama dapat membuat mata tidak fokus, biasanya dapat mempercepat proses mata minus. Terutama pada saat menonton televisi di ruangan yang gelap, dapat membuat fokus mata terlalu panjang pada setiap objek dan dapat menyebabkan ketegangan mata.
Bukan hanya itu, bagi kesehatan menonton televisi juga dapat menyebabkan meningkatkan risiko diabetes. Pada saat menonton televisi biasanya kita lebih banyak mengemil. Karena saat menonton televisi mendorong kita untuk lebih banyak mengemil dari biasanya. Hal tersebut dapat memungkinkan kita untuk berisiko diabetes.
Berdasarkan analisis data yang diperoleh, setiap orang yang menonton televisi lebih dari empat jam sehari memiliki 80 persen dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jangtung dalam kurun waktu enam tahun. Hal tersebut berdasarkan penelitian analisis data selama enam tahun dari 8.800 pria dan wanita di atas usia 25 tahun. Peneliti menemukan bahwa menonton televisi dapat meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18 persen dan kanker 9 persen.
Menonton televisi juga dapat menyebabkan gangguan tidur Anda. Hal ini disebabkan karena sinar yang dipancarkan televisi memiliki pengaruh buruk dan dapat mengurangi kadar melatonin otak. Anda akan terbangun lebih lama karena pengaruh ritme alami oleh tubuh ang disebabkan karena lelelahan yang eksterm.
Bagi pelajar menonton televisi pun memiliki dampak negatif. Dampak tersebut biasanya akan berpengaruh pada prestasi dan perilaku anak. Biasanya anak akan berperilaku seperti apa yang ia lihat di televisi, seperti tindak kekerasan. Tindak kekerasan biasanya dipicu oleh tayangan yang menayangkan kekerasan tanpa ada sensor terlebih dahulu. Dalam aspek prestasi, biasanya dapat mengurangi kreativitas dalam belajar dan diikuti menurunnya prestasi di sekolah.
Dari hal tersebut, setiap orang harus dapat mengurangi waktu menonton televisi yang berlebihan karena dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Sedangkan untuk lembaga sensor pertelevisian haruslah dapat menyeleksi acara-acara televisi sebelum ditontonkan, khususnya bagi kalangan pelajar atau anak-anak.


Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak

Besaran subsidi energi pada tahun anggaran 2014 mencapai 297,4 triliun. Angka tersebut didasarkan pada realisasi tahun 2013 sebesar 299,59 triliun dari yang ditetapkan APBN-P (Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan) 2013 sejumlah 287,14 triliun. Subsidi energi tahun ini mencakup BBM/LPG dengan pengajuan 210,73 triliun.
Sementara itu, realisasi tahun lalu mencapai 210 triliun dari APBN-P 2013 sebesar 199,9 triliun. Peningkatan subsidi BBM tersebut karena lonjakan konsumsi minyak Indonesia. Di sisi lain, produksi (lifting) minyak tidak mencapai target.
Contoh, sejak tahun 2009, realisasi produksi minyak selalu di bawah target. Pada tahun 2013, targetnya 840 ribu barel per hari, sedangkan realisasinya 825 ribu barel per hari.
Bagaimana dengan konsumsi minyak? Pada tahun 2009, konsumsinya sebesar 1,02 juta barel per hari. Kemudian, pada tahun 2013 melonjak menjadi 1,50 juta barel per hari. Dengan demikian, pada tahun lalu Indonesia harus mengimpor minyak sebesar 725 ribu barel per hari. Indonesia adalah negara pengekspor sekaligus pengimpor minyak.
Sejak 2004, Indonesia sudah menjadi importir minyak (net importer oil). Dengan kata lain, jumlah impor untuk memenuhi konsumsi domestik melebihi jumlah ekspor minyak. Sebelum tahun 2004, Indonesia masih dikenal sebagai eksportir minyak (net exporter oil) karena ekspor lebih tinggi dari impor.
Subsidi BBM harus diakui cenderung meningkat. Kondisi ini tentu membebani APBN. Untuk itu, diperlukan upaya menurunkan atau bahkan menghapus subsidi BBM secara bertahap.


Perpanjangan Kontrak Pt.Freeport

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam sehingga banyak dieksploitasi sendiri dan asing dengan melalui sebuah kontrak atau persetujuan,contohnya di Papua yang terkenal dengan hasil emas.Emas di Papua adalah emas yang sangat berkualitas dengan penambang besar yang bernama PT.Freeport.Pemilik PT.Freeport berasal dari Amerika Serikat,PT.Freeport sudah lama menambang emas di Papua yang tentunya mengunakan kontrak.PT.Freeport beroperasi sejak tahun 1967 dan juga berhasil menjadi perusahaan pertambangan kelas dunia dengan mengandalkan hasil produksi dari wilayah Indonesia.Pada tahun 2015 kontrak PT.Freeport sudah berakhir dan akan melakukan perpanjangan kontrak hingga 20 tahun kedepan.Tentunya hal ini menuai banyak sekali penolakan.
Perpanjangan kontrak tersebut banyak yang menolak karena pertama,PT.Freeport hanya memberi 1% saja dari keuntungan pengeksploitasi emas,hal itu tentu sangat merugikan Indonesia karena emas yang ditambang oleh PT.Freeport adalah emas milik Indonesia. Selain itu SDA yang seharusnya dapat digunakan untuk memperbaiki perekonomian Indonesia malah dimanfaatkan oleh negara lain yang keadaan ekonominya jauh lebih baik dari Indonesia.Bukan hanya itu saja adanya PT.Freeport membuat Indonesia terlihat seperti negara yang tidak bisa memanfaatkan kekayaan alam sendiri.Hal itu tentu mencoreng nama baik Indonesia yang masyarakatnya berkualitas dan pandai.Adanya PT.Freeport di Indonesia juga membuat kesejahteraan masyarakat Papua menurun.
Kedua,adanya PT.Freeport membuat alam di Papua rusak karena alamnya terus-menerus dieksploitasi.Selain itu limbah dari penambangan tersebut juga merugikan masyarakat sekitar karena dibuang disungai yang menyebabkan pencemaran.PT.Freeport juga melakukan pelanggaran hak adat masyarakat sekitar.Bukan hanya itu saja harga kontrak PT.Freeport kali ini hingga 20 tahun kedepan lebih rendah dari harga kontrak sebelumnya.Hal itu tentunya sangat merugikan Indonesia karena itu akan membuat pihak asing lainnya akan meniru hal tersebut sehingga eksploitasi akan lebih besar.
Ketiga,Adanya PT.Freeport juga menimbulkan korban jiwa bagi para penambang dan warga sekitar karena tanahnya terus-menerus tergerus oleh aktifitas pertambangan yang dilakukan.beberapa kejadian yang terjadi di pertambangan PT.Freeport seperti Peristiwa longsornya Big Gossan yang menyebabkan 28 orang meninggal adalah kematian terbesar yang diketahui dalam sejarah kelongsoran tambang PT Freeport Indonesia (PT. FI).Peristiwa ini terjadi di tengah rencana perpanjangan kontrak karya PT.FI dan negosiasi royalti dengan pemerintah Indonesia.Selain itu PT.Freeport juga melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Hasil penyelidikan dan pemantauan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan PT Freeport Indonesia telah terbukti melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam peristiwa runtuhnya terowongan Big Gossan.Komisioner Komnas HAM mengeluarkan hasil penyelidikan dan pemantauannya Jumat (14/2) tentang runtuhnya terowongan Big Gossan PT.Freeport Indonesia yang terjadi 14 Mei 2013 lalu.
Oleh karena itu seharusnya pemerintah harus memikirkan tentang perpanjangan kontrak tersebut agar Indonesia tidak merugi.Emas yang ada di Papua adalah emas yang berkualitas baik dan harus dimanfaatkan sendiri karena emas tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki keadaan ekonomi indonesia.Indonesia adalah negara yang mandiri,oleh karena itu Indonesia harus memanfaatkan SDA yang ada.Jangan hanya mengandalkan negara lain karena negara lain hanya memeras kekayaan Indonesia.


Larangan Membawa Sampah dari luar ke dalam Sekolah

Sekolah telah memberi kebijakan tentang larangan membawa bungkus jajan dari luar sekolah ke dalam sekolah . Jajan di sekolah mayoritas menggunakan kemasan berupa bahan plastik .Maka dari itu sekolah memberi kebijakan tersebut , karena sampah sulit terurai dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami .Tetapi dengan adanya kebijakan tersebut siswa masih banyak yang melanggar. Mereka melanggar karena mereka belum sadar akan dampak negatifnya .(Isu/masalah)
Sekolah melarang siswa membawa bungkus jajan dari luar ke dalam sekolah karena berpengaruh pada sampah . Sampah yang berisi plastik akan susah diuraikan . Pokja sampah kesusahan dalam menguraikan bahan plastik . Plastik dibuat dari berbagai bahan kimia seperti polypropilene, polyetilene, polyvinyl chloride dan polycarbonate. Agar plastik menjadi licin dan lentur maka ditambahkan bahan yang disebut plastikizers yang terdiri dari kumpulan phthlate. Begitu juga untuk membuat plastik menjadi kaku ditambahkan bahan filler, juga ada compound untuk proses pewarnaan.
Sampah plastik harus di buang di tempat sampah anorganik , tidak semua plastik dapat di buat daur ulang karena sifatnya mudah robek dan tidak tahan panas jadi sangat sulit untuk didaur ulang . Akibatnya jumlah sampah plastik bertambah banyak.Bungkus jajan dari luar sekolah terkadang sudah tercampur oleh bumbu bumbu instan yang jika sudah terkena sedikit air akan mudah lengket ke plastik , jajan tersebut mengakibatkan bau sampah menjadi tidak enak .
Penguat rasa yang sering digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate). MSG akan mempunyai rasa yang enak jika dikombinasikan dengan bau gurih yang sesuai. Sebagai pemberi cita rasa dan dalam jumlah yang tepat, MSG memiliki kemampuan untuk memperkuat senyawa aktif rasa lainnya, menyeimbangkan, dan menyempurnakan rasa keseluruhan pada masakan tertentu. MSG tercampur dengan baik dengan daging, ikan, daging unggas, berbagai sayuran, saus, sup, dan marinade, serta meningkatkan kesukaan umum akan makanan tertentu. Akan tetapi, kadar MSG yang berlebihan dapat menyebabkan Hipertensi, kerusakan otak, dan bahkan kanker.
Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan. Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami. Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia.
Banyak juga jajan yang memakai bumbu kacang , dan jika sampah tersebut di buang ke sampah yang ada di dalam sekolah maka akan mengakibatkan bau tak enak ,banyak lalat yang mengerubungi sampah tersebut.Sampah tersebut juga akan mengganggu kenyamanan kegiatan pembelajaran karena menimbulkan bau tak sedap,lingkungan menjadi kotor dan mengakibatkan banyak siswa sekolah yang sakit karena banyak penyakit yang ditimbulkan dari sampah tersebut.(argumen menentang)
Oleh karena itu, kita harus mematuhi kebijakan tentang larangan membawa sampah dari luar ke dalam sekolah , karena dapat menambah jumlah volume sampah sebab bahan plastik sulit terurai.Sampah plastik yang telah tercampur bumbu instan akan mengakibatkan penghambat kegiatan belajar karena sampah tersebut menimbulkan bau tak sedap dan banyak penyakit di dalam sampah yang telah terisi plastik dengan bumbu instan tersebut.Kita harus sadar akan dampak buruknya membuang sampah dari luar ke dalam sekolah , dan jagalah kebersihan .


Pemberhentian Tayangan Kartun Di Indonesia

Akhir akhir ini, pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)mengeluarkan suatu kebijakan. Kebijakan yang dikeluarkan adalah menghentikan beberapa tayangan kartun karena termasuk kategori berbahaya. Hal ini benar benar mengecewakan banyak pihak. Beberapa katun yang dihapus antara lain: Bima Sakti, Spongebob Squerpants, Little Krisna, Crayon Shin-Chan dan Tom and Jerry. KPI juga akan menindak tegas bagi stasiun TV yang menyiarkan tayangan tersebut.
Banyak pihak yang merasa keberatan dengan hal ini. Bukan dari kalangan anak anak saja, tetapi dari semua kalangan. Menurut Adi, seorang penulis blog, kebijakan KPI ini dinilai tidak tepat sasaran. Ia menganggap sinetron sinetron yang keluar dari ketentuan itupun harus juga dihapus. Ketentuan itu seperti adanya kekerasan fisik, kekerasan terhadap hewan dan muatan porno.
Penggemar Tom and Jerry, Arga, mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. “Tom and Jerry itu sudah ada sebelum saya lahir. Setelah melihat beberapa kali, saya menjadi pengggemarnya” . Ia juga menambahkan, bukan hanya dirinya saja yang kecewa, tapi seluruh komunitas penggemar tom and Jerry. Mereka juga berargumen mengapa baru sekarang ini ditindaklanjuti?
Tidak hanya secara lisan, kecaman terhadap KPI juga terasa keras di dunia maya. Hampir semua sosial media penuh dengan berita tersebut. Masyarakat mengecam dengn berbagai kata kasar, cacian, dan berupa gambar gambar meme. Mereka tidak ingin kartun yang selama sejak kecil menemani mereka hilang begitu saja. Mereka ingin kelak agar anak cucu mereka mengerti apa itu Spongebob Squerpants, Tom and Jerry, dan yang lain ?
Seharusnya KPI memikirkan ulang sebelum mengambil langkah tersebut. Menurut beberapa orang tua juga kecewa dengan hal ini. Karena apa yang bisadilihat anak anak selain kartun? Jika ini kebijakan KPI, juga harus dipikirkan pula tayangan apa yang pantas mengganti hal itu.


PENCEMARAN SUNGAI

Dulu, sungai merupakan salah satu sumber air yag sangat berguna bagi makhluk hidup. Sungai menjadi tempat tinggal biota air seperti ikan–ikan, sungai yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sungai juga bisa menjadi sumber air karena kejernihan dan kesegarannya. Tetapi, saat ini banyak sungai yang telah tercemar. Sungai ini tercemar karena ulah tangan manusia.

Penyebab sungai tercemar adalah banyak orang yang membuang sampah ke sungai. Perilaku warga yang buruk ini sudah menjadi kebiasaan. Warga yang membuang sampah di sungai beralasan bahwa jika membuang sampah di sungai tidak membutuhkan biaya, jika ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) harus mengeluarkan iuran khusus untuk sampah. Kalau warga tidak membayar maka sampah tidak akan diambil, jika sampah tidak di ambil maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Karena hal itu, warga terpaksa membuang sampahnya ke sungai.

Penyebab pencemaran sungai adalah penggunaan sungai sebagai tempat membuang limbah rumah tangga seperti air sabun. Limbah rumah tangga tersebut dapat mencemari air sungai. Limbah ini dapat membuat Ph air berubah. Perubahan Ph air tersebut membuat biota air mati. Selain itu, jika limbah rumah tangga mencemari sungai, maka warga yang menggunakan air sungai akan terkena penyakit, khususnya penyakit kulit.

Penyebab pencemaran air sungai yang lain adalah limbah industri kecil. Agar bisa menekan pengeluaran, pemilik akan menggunakan cara apa saja yang mudah untuk dilakukan. Karena membeli alat pengolahan limbah itu sangat mahal. Pemilik industri biasanya akan membuang limbahnya langsung ke sungai baik yang padat maupun yang cair. Walaupun dia sadar bahwa hal tersebut tidak benar.

Dengan kita mengetahui apa penyebab dari tercemarnya sungai, kita jadi bisa mengurangi pencemaran sungai. Jika kita tidak saling menginatkan maka kelak yang rugi adalah kita sendiri. Karena jika kita membuang sampah di sungai atau membiarkan orang lain membuang sampah atau limbah ke sungai maka kita turut menyumbang bencana untuk esok hari.


PEMBERHENTIAN TAYANGAN KARTUN DI INDONESIA

Akhir akhir ini, pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)mengeluarkan suatu kebijakan. Kebijakan yang dikeluarkan adalah menghentikan beberapa tayangan kartun karena termasuk kategori berbahaya. Hal ini benar benar mengecewakan banyak pihak. Beberapa katun yang dihapus antara lain: Bima Sakti, Spongebob Squerpants, Little Krisna, Crayon Shin-Chan dan Tom and Jerry. KPI juga akan menindak tegas bagi stasiun TV yang menyiarkan tayangan tersebut.
Banyak pihak yang merasa keberatan dengan hal ini. Bukan dari kalangan anak anak saja, tetapi dari semua kalangan. Menurut Adi, seorang penulis blog, kebijakan KPI ini dinilai tidak tepat sasaran. Ia menganggap sinetron sinetron yang keluar dari ketentuan itupun harus juga dihapus. Ketentuan itu seperti adanya kekerasan fisik, kekerasan terhadap hewan dan muatan porno.
Penggemar Tom and Jerry, Arga, mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. “Tom and Jerry itu sudah ada sebelum saya lahir. Setelah melihat beberapa kali, saya menjadi pengggemarnya” . Ia juga menambahkan, bukan hanya dirinya saja yang kecewa, tapi seluruh komunitas penggemar tom and Jerry. Mereka juga berargumen mengapa baru sekarang ini ditindaklanjuti?
Tidak hanya secara lisan, kecaman terhadap KPI juga terasa keras di dunia maya. Hampir semua sosial media penuh dengan berita tersebut. Masyarakat mengecam dengn berbagai kata kasar, cacian, dan berupa gambar gambar meme. Mereka tidak ingin kartun yang selama sejak kecil menemani mereka hilang begitu saja. Mereka ingin kelak agar anak cucu mereka mengerti apa itu Spongebob Squerpants, Tom and Jerry, dan yang lain ?

Seharusnya KPI memikirkan ulang sebelum mengambil langkah tersebut. Menurut beberapa orang tua juga kecewa dengan hal ini. Karena apa yang bisadilihat anak anak selain kartun? Jika ini kebijakan KPI, juga harus dipikirkan pula tayangan apa yang pantas mengganti hal itu.


AKTIVIS BISA LULUS TEPAT WAKTU

Mahasiswa adalah abadi adalah mahasiswa yag tidak bisa lulus tapat waktu. Orang-orang beranggapan bahwa mereka terlalu disibukkan oleh organisasi kampus ataupun pekerjaan. Sekarang ini beberapa pihak beranggapan bahwa menjadi mahasiswa abadi itu wajar karena semua itu dilakukan demi kebaikan mereka, hal itulah yang sangat miris.
Alasan sibuk dengan organisasi kampus merupakan alasan yang kurang tepat untuk dicetuskan. Karena sejatinya mahasiswa itu sudah harus bisa mengelola waktu antara keliah dan organisasi agar semuanya bisa berjalan dengan baik dan terkendali. Sehingga pada akhirnya mahasiswa tersebut bisa lulus tepat waktu. Menjadi mahasiswa abadi biasanya bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah karena sibuk dengan organisasi kampus, hal inilah yang sering dijadikan alasan para mahasiswa. Padahal semua itu bergantung pada diri mahasiswa masing-masing dan bergantung bagaimana mereka mengatur waktu sebaik mungkin. Faktor yanng lain adalah pengaruh masalah percintaan yang sebagaian besar pasti dialami para mahasiswa. Cinta pada masa kuliah sendiri bisa menjadi penyemangat dan bisa menjadi bumerang pada prestasi. Pada kenyataannya akibat dari masalah cinta, banyak mahasiswa yang mengesampingkan urusan kuliah mereka. Kemudian masalah yang paling banyak dihadapi mahasiswa adalah rasa malas. Rasa malas merupakan musuh yang sangat berbahaya dan sulit untuk ditanggulangi. Namun, bagaimana pun mahasiswa harus berusaha menghilangkan rasa malas tersebut. Faktor yang berikutnya adalah karena mahasiswa kurang bersungguh dalam proses perkuliahan, sehingga nilai mata kuliah yang dia dapatkan jauh dari kata memuaskan. Hingga akhirnya dia pun harus mengulang banyak mata kuliah.
Banyak sekali alasan mengapa fenomena mahasiswa abadi banyak terjadi di Indonesia dan tentu hal tersebut akan menimbulkan banyak sekali kerugian bagi dirinya sendiri dan pihak-pihak lain. Jika mereka lulus tepat waktu, mereka sudah bisa merancang rencana untuk mencari pekerjaan apa yang akan mereka pilih atau bahkan merancang bisnis yang akan dipilihnya. Namun, karena waktu kelulusan yang telat, hal tersebut harus tertunda entah sampai kapan. Menjadi mahasiswa abadi juga akan merugikan orang tua atau wali mereka. Sebab semakin lama mahasiswa lulus kuliah maka semakin banyak pula dana, tenaga, dan pikiran orang tua yang harus dicurahkan. Tidak hanya itu, pemerintah dan masyarakat juga akan ikut dirugikan, karena anggaran yang diperuntukkan kepada mahasiswa diperoleh dari hasil pembayaran pajak akan terus mengalir. Selain itu dengan banyaknya mahasiswa abadi, kesempatan siswa lulusan SMA dan sederajat untuk masuk ke perguruan tinggi yang diminati juga akan berkurang.



LARANGAN MEMBAWA KENDARAAN KE SEKOLAH

Sepeda motor sekarang sering di salahgunakan untuk ngebut-ngebutan , balapan antara teman sebaya ,dan lain sebagainya oleh anak remaja terutama anak SMP.Padahal usia anak SMP belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor dan belum mempunyai SIM [surat izin mengemudi] yang hingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas .Masalah paling utama yaitu siswa selalu mengendarai sepeda motor ke sekolah ,Padahal Kepala Sekolah sudah memberikan kebijakan tentang siswa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah dan sekolah sudah pernah menyelidiki tentang siswa yang mengendarai sepeda motor.tetapi siswa sering melanggarnya sampai sekarang,dan tidak mau mematuhi peratuaran yang satu ini.
Beberapa siswa SMP sudah ada yang mengendarai sepeda motor ke sekolah,tetapi tidak di bawa ke area sekolah melainkan dititipkan ke SUPERMARKET yang dekat dengan sekolah seperti Alfamart.
Beberapa faktor siswa ingin membawa sepeda motor ke sekolah,seperti faktor faktor yang mempengaruhi kita yaitu:
Faktor lingkungan.Lingkungan merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan dijalan raya, karena, diri kita gampang terbawa pengaruh dari lingkungan, sebagai contoh, apabila berkendara motor dijalan raya, kita gampang tersinggung apabila ada pengendara sepeda motor yang membawa sepeda motor dengan laju dan ingin memgebut bersama – sama dengan pengendera sepeda motor tersebut, ini akan berakibat fatal apabila yang mengendarai kita, seorang remaja atau pelajar yang masih dibawah umur, kecelakaan mungkin akan menimpa kita ,karena kecerobohan kita sendiri.

Faktor sekolah. Sekolah merupakan tempat belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan, terkadang pihak sekolah lupa akan fungsi dan peranan mereka mendidik siswa-siswa mereka, salah satunya adalah, pihak sekolah yang mengizinkan siswa mereka membawa sepeda motor atau mobil kesekolah, ini merupakan salah satu faktor penyebab yang membuat siswa berani untuk membawa kendaraan ke sekolah, dapat diperhatikan pada saat pulang sekolah, siswa-siswa ini telah berani balapan dengan siswa lainnya setelah jam pelajaran selesai, yang bisa menyebabkan kecelakaan. Di samping itu, kurangnya penyuluhan terhadap siswa mereka akan pentingnya keselamatan berlalu lintas kurang diajarkan di sekolah.

Faktor diri sendiri turut mendukung penyimpangan tersebut terjadi. Seorang anak remaja. Mereka mengalami transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Remaja seringkali mencari perhatian lawan jenis. Atau juga mereka merasa gengsi karena teman. Terkadang mereka sering membawa motor untuk pergi ke sekolah. Karena jarak dari rumah ke sekolah yang jauh, atau pun karena alasan yang lain seperti mbolos karena mau janjian dengan teman-temannya.
Dari faktor di atas kita harus lebih berhati-hati dalam bergaul dan mencari teman agar kita tidak dipengaruhi oleh teman salah satunya membawa sepeda motor ke sekolah.

Seharusnya sekolah bekerja sama dengan pihak kepolisian agar siswa SMP mengetahui sebahayanya dalam mengendarai sepeda motor di jalan raya .
Sebagai orang tua kita harus waspada dalam mengawasi anak kita.Terutama
Orang tua harus senantiasa memperhatikan dan menjaga anak – anak mereka agar tidak membawa sepeda motor ke sekolah atau kemana saja, dengan sikap yang tegas terhadap anak mereka, maka, anak – anak remaja pasti tidak berani untuk membawa kendaraan sebelum waktunya tiba ( memiliki SIM dan cukup umur untuk mengendarai sepeda motor ).



Pembekuan PSSI

Sepak Bola Indonesia akhir – akhir ini mengalami kemunduran. Sebelum dijatuhkan sanksi oleh FIFA ( Fédération Internationale de Football Association/International Federation of Association Football ) pada bulan Februari 2014 Indonesia berada di posisi 151 peringkat dunia dengan mengumpulkan 128 poin, namun karena konflik yang berkepanjangan antara PSSI dan Menpora, sehingga Indonesia diajtuhi sanksi oleh FIFA. Pada Oktober 2015, peringkat Indonesia merosot jauh ke peringkat 171 dunia, dibawah Negara – Negara yang notabenenya merupakan Negara dengan persepakbolaan rendah.
Pada tahun 2014, PSSI dibekukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, banyak pro dan kontra dengan adanya pembekuan ini. Aktivis Save Our Soccer, Apung Widadi, menilai pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sudah tepat. Karena, ada di tubuh PSSI itu banyak masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun. Masalah tersebut adalah, yang pertama, masalah transparansi keuangan, yang kedua adalah tata kelola klub Liga Indonesia, yang ketiga adalah pengaturan gol, yang keempat didalam tubuh PSSI diisi oleh politikus, jadi di dalam tubuh PSSI lebih banyak diisi oleh politikus, sehingga kerja PSSI tidak optimal, karena tidak banyak diisi orang yang ahli dalam sepak bola. Sementara itu banyak juga masyarakat yang tidak setuju dengan pembekuan PSSI ini, masyarakat menilai menpora sudah terlalu jauh mengatur PSSI, seharusnya menpora hanya mengawasi saja, dan tidak harus ikut campur terhadap masalah di PSSI.
Seharusnya, Menpora hanya memberi saran, mengawasi kinerja PSSI, dan tidak terlalu ikut campur terhadap masalah PSSI. Menpora juga seharusnya tidak membekukan PSSI, agar konflik ini tidak berlanjut.

About